Angkasa Pura 2

Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Raih Service Quality Award 2016

BandaraJumat, 17 Juni 2016
tmp_23104-h-1-penumpang-yang-tiba-di-bandara-kualanamu-10866-orang-152795-1-1373380479

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Dua bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu meraih Service Quality Award 2016 kategori Diamond yang merupakan penghargaan prestisius di bidang kepuasan pelanggan.

Bandara Soekarno-Hatta mendapat penghargaan tersebut untuk pelayanan pelanggan di bandara lokal (Domestic Airport) setelah meraih poin Service Quality Index (SQ Index) sebesar 4.0070. Adapun Bandara Kualanamu meraih penghargaan serupa untuk pelayanan pelanggan di bandara internasional (Internasional Airport) dengan poin SQ Index sebesar 4.0800.

Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (Persero) Ituk Herarindri menuturkan, penghargaan ini akan semakin mendorong kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan ketika mereka berada di bandara AP II.

“Faktor pelayanan akan menjadi suatu diferensiasi bagi AP II untuk menjadi perusahaan yang dibanggakan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan peningkatan layanan dan fasilitas guna kenyamanan seluruh pelanggan kami, baik pengunjung bandara maupun penumpang pesawat,” kata Ituk dalam siaran pers kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (17/6/2016)

“Di sisi lain, dengan diraihnya penghargaan ini maka kami semakin optimistis bahwa Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu akan mampu mendapat sertifikasi Bintang 5 dari Skytrax dan sejajar dengan bandara-bandara berkelas dunia lainnya,” jelas Ituk lagi.

Service Quality Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada Perusahaan/Merek yang mampu menghadirkan kepuasan bagi pelanggannya. Adapun penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Riset SQ Index.

Riset SQ Index untuk penghargaan tahun ini diadakan di empat kota besar yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Semarang pada periode Januari – Maret 2016. Metode yang digunakan dalam riset adalah survey interview face to face yang melibatkan lebih dari 3.000 responden.

Adapun SQ Index dibentuk dari dua dimensi yaitu Perceive Service Quality (PSQ) atau persepsi pelanggan terhadap layanan yang mereka nikmati, dan Perceived Service Value (PSV) atau persepsi pelanggan mengenai kesetaraan uang yang mereka keluarkan dibandingkan dengan layanan yang mereka nikmati.

“Melalui riset yang mendalam untuk mengetahui kepuasan pelanggan, kami meyakini Service Quality Award dapat menjadi tolok ukur bagi suatu perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat,” tegas Ituk Herarindri.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari