Angkasa Pura 2

Hujan-hujanan Tinjau Terminal Merak, Sekjen Sugihardjo Minta Bus Arimbi Perbaiki Speedo Meter

KoridorSabtu, 18 Juni 2016
IMG_20160617_233805

MERAK (beritatrans.com) – Setelah puas meninjau berbagai fasilitas dan persiapan Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan Ir. Sugihardjo, M.Sc, beserta rombongan meninjau ke terminal terpadu Merak.

Di tengah guyuran hujan, Sekjen Sugihardjo yang didampingi Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Cucu Mulyana, Kepala Bidang Perhubungan Darat (Kabid Hubdat) Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Abadi Wuryanto, KSOP Merak Muhammad Narfi, Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Merak Tommy Kaunang, dan pihak kepolisian setempat, memeriksa beberapa fasilitas terminal dan bus AKAP yang sedang menunggu penumpang.

Salah satu Bus AKAP yang diperiksa adalah Bus Arimbi jurusan Merak (Banten) – Tanjung Priok (Jakarta). Hasil pemeriksaan, ternyata speedo meter bus ini tidak berfungsi dengan baik. Padahal speedo meter adalah salah satu dari 5 item yang wajib dalam kondisi baik.

“Indikator kelaikan kendaraan yang wajib dalam kondisi baik adalah kaca, speedo meter, hand rem, ban, dan seat belt,” kata Sugihardjo.

Sugihardjo menegaskan, bila ke-5 item itu tidak berfungsi dengan baik atau rusak, maka bus tidak boleh berangkat mengangkut penumpang mudik Lebaran 2016/1437 H.

“Harus diperbaiki dulu, baru boleh operasi untuk melayani penumpang angkutan Mudik Lebaran,” katanya.

Sopir bus sempat beralasan bahwa mobilnya menggunakan transmisi matic, sehingga jarum speedo meter baru bergerak bila kendaraan telah berjalan dengan kecepatan 50 kilometer per jam.

“Kamu jangan bohong. Mana ada jarum speedo meter baru bergerak setelah kecepatan 50 kilometer per jam. Jarum speedo meter pasti bergerak sesuai dengan kecepatan kendaraan,” tukas Kabid Hubdat Dishub Provinsi Banten Abadi Wuryanto.

Pada kesempatan itu Abadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menindak 15 Bus AKAP yang memenuhi aspek kelaikan kendaraan.

“Dari 29 bus AKAP yang kami periksa di Terminal Terpadu Merak, 15 bus kami tindak dan diserahkan ke Polda Banten untuk diproses lebih lanjut. Bus-bus itu dipastikan tidak akan melayani angkutan Lebaran 2016. Pelanggarannya tergolong bintang dua alias pelanggaran berat,” kata Abadi.

Menurut Abadi, bus AKAP yang beroperasi ada sekitar 400 unit. Tersebar di beberapa terminal kelas 1 yang ada di Banten.

“Makanya kami juga segera akan memeriksa kelaikan bus yang beroperasi di terminal lain seperti di Terminal Pakupatan, Serang, dan yang lainnya,” ujar Abadi. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari