Angkasa Pura 2

Peserta Mudik Gratis Sepeda Motor Dengan Kereta Api Meningkat

Emplasemen KoridorSenin, 20 Juni 2016
Mudik gratis motor KA

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jumlah pendaftar Motis (Motor Gratis) dengan moda KA sampai hari Minggu tanggal 19 Juni 2017 jam. 17.00 mencapai 11.299 motor untuk arus mudik dan balik

“Dibanding tahun lalu, minatnya tidak berkurang. Motis 2015 realisasi yang mudik dan balik sebanyak 5.436 motor. Jadi tahun 2016 ini sudah naik 2 kali lipat dari tahun 2015,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (20/6/2016).

Namun, papar dia, untuk tahun ini tidak ada Motis menggunakan kapal laut. “Mutis dengan kapal laut kurang efektif dan peminatnya rendah, sehingga pemerintah mengambil sikap ditiadakan,” sebut Djoko.

Meningkatnya motis dengan KA tahun 2016 terjadi karena berbagai hal. Pertama, ditambahnya jumlah stasiun perhentian dari semula hanya 9 stasiun, menjadi 21 stasiun.

Kedua, kilah Djoko. tahun 2015 tidak ada contra flow. Tahun 2016 ada contra flow. Dengan begitu, lebih enak dan nyaman, sehingga warga masyarakat banyak mendaftar ikut motis ini.

“Ketiga, pendaftaran motis 2016 dibuka lebih awal daripada tahun 2015. Pendaftaran mulai dibukanya pada tanggal 1 Maret 2016 atau H-120 di Stasiun Jakarta Gudang, dan tanggal 8 Maret 2016 di Stasiun Pasar Senen,” papar Djoko.

Sedangkan pendaftaran mutis tahun 2015 dimulai pada H-40 dan bertempat di Kantor Kemenhub

Keempat, motis 2016 lebih menarik karena satu motor boleh untuk 2 dewasa dan 1 anak usia maksim 11 tahun. “Sedangkan Motis 2015 satu motor hanya untuk 2 orang dewasa, tidak boleh bawa anak,” kilah Djoko.

Kelima, Motis 2016 lebih menarik karena trayeknya lebih panjang yaitu sampai Surabaya untuk KA yang Lintas Utara, serta sampai Kediri untuk KA lintas Selatan.

“Sementara, trayeknya Motis 2015 hanya sampai Semarang Jawa Tengah untuk lintas utara, dan hanya sampai Solo Jebres untuk KA Lintas Selatan,” terang Djoko.

Bisa Dikendalikan
Menurut Djoko, mudik sepeda motor di Indonesia kini tak bisa dilarang. “Tapi semua itu masih bisa dikendalikan,” urai Djoko.

“Caranya adalah dengan memperbanyak mudik gratis sepeda motor. Resiko kecelakaan kecil, aman dan selamat sampai tujuan,” tegas Djoko.(helmi)

loading...