Angkasa Pura 2

Syahbandar Makassar Turunkan Puluhan Penumpang Kapal Pelni Karena Identitas Tak Sesuai Nama Di Tiket

DermagaSenin, 20 Juni 2016
IMG-20160620-WA0005

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar menemukan fakta banyak penumpang kapal Pelni, KM Binaiya, ternyata identitasnya tidak sesuai dengan nama di tiket.

Dalam inspeksi mendadak yang dipimpin langsung Syahbandar Makassar Marwansyah, Senin (20/6/2016), pertama digelar pemeriksaan terhadap aksi Pelni menindaklanjuti sejumlah temuan saat ramp check oleh marine inspector.

Dari hasil evaluasi dan kontrol terhadap tindak lanjut perbaikan oleh Pelni terhadap KM Binaiya, Syahbandar Makassar menyatakan ternyata sesuai harapan. Manajemen Pelni tuntas memperbaiki temuan-temuan saat ramp check.

IMG-20160620-WA0008

Sejalan dengan kegiatan mengkontrol tindak lanjut perbaikan terhadap kapal tujuan Bima, Nusa Tenggara Barat tersebut, Syahbandar Marwansyah menuturkan digelar pula pemeriksaan terhadap penumpang kapal berjumlah 1.073 orang itu.

Ketika memeriksa secara acak identitas penumpang, diketahui ada puluhan penumpang yang identitasnya berbeda dengan nama yang tertera di tiket dan manifes kapal.

“Kami memerintahkan Pelni untuk menurunkan penumpang bermasalah tersebut. Kepada penumpang bersangkutan, kami menjelaskan perbedaan identitas dengan nama tertera di tiket ini akan sangat bermasalah bila terjadi musibah. Karena data penumpang tidak valid,” tutur Marwansyah kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans.

KM Binaiya

IMG-20160620-WA0004

Dia menegaskan bila penumpang yang identitasnya tidak sesuai dengan nama di tiket tersebut tidak diturunkan, maka Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar tidak akan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Pihak Pelni Cabang Makassar akhirnya menurunkan penumpang tersebut. “Karena sudah tidak ada penumpang yang bermasalah maka kami menerbitkan SPB. Kapal sudah berangkat tadi sekitar jam 12.00,” ungkap mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang, Cirebon dan Tanjung Emas tersebut. (awe).

loading...