Angkasa Pura 2

Harga Avtur Merangkak Naik, Garuda Indonesia Siapkan Lindung Nilai

KokpitRabu, 22 Juni 2016
Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu  Hidayat

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen Garuda Indonesia mengklaim sudah memiliki rencana lindung nilai atau hedging untuk pembelian avtur bila harga avtur kembali menyentuh 47,7 sen per liter.

Lindung nilai dilakukan untuk mengurangi risiko melonjaknya biaya operasional akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Namun, meski harga avtur belum menyentuh 47,7 sen per liter, tetapi Garuda Indonesia sudah mulai melakukan hedging.

“Kami mulai hedging di 46,5 sen kemarin, kira-kira 900.000 barel ya hampir 1 juta barel kami mulai hedging. Kalau harga minyak dunia naik terus, itu namanya berat (untuk maskapai),” kata Presiden Direktur/ CEO Garuda Indonesia Arif Wibowo di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Dalam keuangan maskapai, lanjut dia, biaya avtur memiliki sumbangsih besar terhadap biaya operasional pesawat.

Arif menilai kondisi sektor penerbangan sedang sulit untuk mengembangkan bisnis.Hal itu menyusul mulai merangkak naiknya harga avtur akibat naiknya harga minyak dunia.

“Ini (kondisi) lagi berat. Biaya operasi pesawat naik sejalan dengan kenaikan harga AVtur. Di sisi lain, pihak maskapai tak bisa serta merta menaikan harga jual tiketnya ke konsumen di Tanah Air,” tegas mantan Dirut Citilink Indonesia itu.(hel/kom)

Menurut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, persentase harga avtur terhadap biaya operasional maskapai mencapai 50 persen.

“Jika harga miyak dunia naik, maka implikasinya akan mendongkrak biaya operasi maskapai penerbangan, khususnya biaya avtur atau feul. Tapi, maskapai penerbangan tentu mempunyai strategi khusus menghadapi kondisi terburuk sekalipun,” tegas Menhub Jonan.(zal/komp)

loading...