Angkasa Pura 2

Pakar: Batasi Sepeda Motor Harus Dimulai Dari Hulu Dan Mendasar

Koridor OtomotifRabu, 22 Juni 2016
Mudik Gratis Sepeda Motor - kapal Laut

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah berencana melakukan pembatasan wilayah untuk penggunaan sepeda motor. Sepeda motor sudah menjadi bagian masalah transportasi, seperti kemacetan, korban kecelakaan dan lainnya.

“Rencana yang baik tapi sulit dilaksanakan. Meski rencana itu terlambat, karena dilakukan setelah 70-80% korban kecelakaan adalah roda dua,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Dikatakan, persoalan sepeda motor di Indonesia ini masalah kebijakan yang tidak bisa hanya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengurus dan menyelesaikan.

“Tetapi sudah porsi Presiden Jokowi yang harus turun menyangkut investasi industri otomotif yang cukup besar,” jelas Djoko lagi.

Dikatakan, masalahnya di hulu yang harus dibereskan. Kalau hanya dibatasi jarak tempuh, itu pekerjaan sia-sia. “Menghabiskan energi dan waktu serta hasilnya tidak maksimal,” papar Djoko.
Solusi Lain
Selanjutnya, Djoko justru mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak mencari soslusi yang lain? Banyak hal atau kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah.

“Kenapa tidak dilakukan pembatasan cc atau isi silinder sepeda.motor, mislanya sepeda motor harus di bawah 100 cc,” tukas Ketua MTI Jawa Tengah ini.

“Kemudian tidak diberi akses kemudahan untuk mendapatkannya. Hilangkan uang muka dan sistem cicilan atau angsuran,” tandas Djoko.

Akibat kebijakan sepeda motor yang salah kaprah, sekarang bangsa Indonesia sudah menuai hasilnya. Kebijakan sepeda motor sudah berlebihan.

Ditambahkan Djoko, Jepang dan China sebagai produsen sepeda motor terbesar di dunia, namun sepeda motor dibatasi ruang geraknya, tidak boleh beroperasi di jalan-jalan di pusat kota.

“Tapi di Indonesia sudah dianggap pengganti angkutan umum. Warga yang berumah dinding triplek dan di bawah kolong jembatan, hampir bisa dipastikan mempunyai sepeda motor,” terang Djoko.(helmi)