Angkasa Pura 2

Sepeda Motor Sudah Menjadi Pengganti Jalan Kaki Dan Angkutan Umum

Koridor OtomotifRabu, 22 Juni 2016
Pangkalan Ojek

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), konsumsi BBM subsidi dihabiskan habiskan 40%, kuota yang ada.
“Sementara yang lain, seperti truk barang 4%, angkutan umum 3% dan mobil pribadi paling besar yaitu 53%. Ini logik yang terbalik, aplagi untuk BBM subsidi,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Salah satu dampak negatif lain kebijakan sepeda motor yang salah adalah, menurut Djoko, adalah muncul begal dan balap liar yang sulit juga dibendung.

“Hampir setiap kota mempunyai “Club balapan liar” bahkan Geng Motor. Akibatnya justru memudahkan memicu masalah sosial lain di Tanah Air,” jelas Djoko.

Dikatakan, masyarakat kini sudah terlanjur teracuni dan virus sepeda motor sudah mewabah. Anak di bawah umur saja sudah bisa kemudikan sepeda motor. Akar masalah yang harus diberantas.

“Masalah tersebut harus diatasi segera. Salah satunya dengan membuat kebijakan yang baik, adil dan berwawasan ke depan. Jangan sampai kebijakan sepeda motor yang salah dibiarkan dan terus menelan korban jiwa,” tegas Djoko.(helmi)