Angkasa Pura 2

Menhub Jonan Besok Pimpin Upacara Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Nasional Terpadu 2016

Menhub Jonan - elly

JAKARTA (BeritaTrans.com) –Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pada Jumat pagi (24/6/2016) siap pimpin Upacara Kesiapan Operasi Lebaran Terpadu 2016 di halaman Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Kementerian Perhubungan siap melaksanakan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016.

Setelah upacara, Menhub Perhubungan Ignasius Jonan membuka secara resmi Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016/1437 H.

“Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016/1437 H mengikutsertakan segenap unsur yaitu Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, Kementerian Kominfo, Perum DAMRI, PT. ASDP Indonesia Ferry, PT. PELNI, PT. Pelindo II, PT. Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura II, PT. KAI,

Selain itu juga PT. Jasa Marga, PT. Jasa Raharja, RAPI, dan ORARI. Posko tersebut berlangsung mulai dari H-12 (24 Juni 2016) sampai dengan H+10 (17 Juli 2016),” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hemi Pamuraharjo di Jakarta, Kamis (23/6/2016) malam.

Dia menjelaskan pembentukan Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016 ini bertujuan untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016.

“Selain itu, posko terpadu tersebut digelar untuk memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait dan pihak-pihak di luar Pemerintah termasuk organisasi dan lembaga masyarakat yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran,” jelas Hemi.

Pembentukan posko tersebut diatur berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 322 Tahun 2016 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016 yang dikeluarkan 16 Mei 2016.

“Keterlibatan semua unsur yang terlibat dalam posko ini menunjukkan bahwa Kementerian Perhubungan beserta seluruh unsur yang terlibat di dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran telah siap memberikan pelayanan Angkutan Lebaran 2016 kepada masyarakat,” jelas Hemi.

Hemi menambahkan, semua petugas tidak hanya memantau atau memonitor penyelenggaraan Angkutan Lebaran dari posko yang ada di kantor saja, tetapi pejabat Kementerian Perhubungan juga harus turun ke lapangan untuk memantau dan mengawasi secara langsung penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016 sehingga bisa segera mengambil melakukan aksi langsung untuk memberikan keputusan yang bersifat strategis.

Pada posko tersebut terdapat penggunaan CCTV untuk memonitor kondisi angkutan lebaran pada titik-titik tertentu seperti di terminal, stasiun KA, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, bandara, dan beberapa titik pada jalur Pantura dan jalur Selatan Pulau Jawa.(helmi)