Angkasa Pura 2

Kepada Kepala BPSDM Kemenhub, Engkos Cerita Soal Kesan Menjadi Juru Periksa Jalan KA di Tasikmalaya

Emplasemen SDMJumat, 1 Juli 2016
Tommy Engkos

TASIKLAMAYA (BeritaTrans.com) – Jangan memandang rendah pada profesi juru periksa jalan kereta api ((JPKA). Profesi itu sangat penting dalam penyelenggaraan dan keselamatan angkutan berbasis rel. Mereka sudah mulai bekerja paling pagi, sebelum kereta api (KA) pertama melintas. Jangan salah pula, gaji seorang JPKA mencapai Rp4 juta per bulan plus tunjangan.

Demikian terungkap dalam percakapan antara Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si saat meninjau kesiapan jalur mudik selatan Jawa Barat serta infrastruktur transportasi pendukung seperti Terminal Indihiang Tasikmalaya, Stasiun Ciawi, Tasiklamaya, Rabu (29/6/2016) perang.

Saat itu, Tommy sapaan akrab Kepala BPSDM Perhubungan berdialog dengan seorang JPKA bernama Engkos di Stasiun KA Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia sudah bekerja menjadi juru periksa jalan KA sejak tahun 1985, dan resmi diangkat menjadi pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun 1991.

Tommy rame ciawi

Saat Tommy meminta Engkos, sang juru periksa memperagakan, dengan cepat dan mudah dia tunjukkan, bagaimana riil pekerjaan sebagai juru periksa jalan KA dia jalani setiap harinya. Pemeriksaan jalan KA minimal dilakukan dua kali sehari, terutama sebelum KA pertama melintas.

“Alhamdulillah, saya mulai menjalani pekerjaan ini (juru periksa jalan KA) sejak tahun 1985, meski kala itu baru hononer. Tapi, pekerjaan ini saya jalani dengan baik, dan saya harus memastikan jalan KA dalam kondisi prima dan siap dilintasi KA yan pertama, cetus Engkos kala itu.

Setiap hari, rata-rata harus berjalan kaki sejauh 5 km, di wilayah kerjanya. Kadang-kadang tugas pagi, kadang tugas sore. Oleh karena itu, kata dia, saat musim hujan begini, sejak dari rumah sudah harus siap dengan resiko kehujanan di jalan.

“Dengan bekal kunci Inggris besar, payung, tas gendong dan sepatu boot, saya terus menjalani pekerjaan rutin ini. Hal-hal yang perlu diperhatian antara lain, baut sambungan rel, keutuhan rel serta kemungkinan ada penghalang seperti balok kayu atau batu yang bisa mengganggu keselamatan perjalanan KA,” kata Engkos saat ditanya Pak Tommy.

Jika ditemukan hal yang ganjil, seperti baut sambungan rel kendor misalnya, maka harus langsung diperbaiki. Kita dari rumah sudah memabawa kunci Inggris besar ini, karena memang baut di sepanjang rel KA ujuran besar. “Begitu juga jika ada batu atau kayu melintang di rel, maka harus langsung disingkirkan sehingga tidak menganggu perjalanan KA,” papar Engkos lagi.

Tapi jika ada masalah serius dan tak bisa diperbaiki sendiri, seperti rel patah misalnya, maka harus segera melapor ke kantor atau stasiun terdekat. Selanjutnya mereka menurunkan tim dengan peralatan yang lengkap serta SDM yang cukup. “Yang pasti, setiap ada kerusakan atau masalah serius di jalan harus segera diatasi baik sendiri atau oleh tim,” tandas Engkos.

Dia mengaku, hidupnya memang sudah diabdikan untuk keselamatan transportasi khususnya moda KA. Hampir separuh waktu hidupnya sudah dihabiskan di atas jalan KA untuk memeriksa kelaikan dan keselamatan perjalanan KA khususnya di lintas selatan Jawa Barat.

IMG_20160629_160548_edit

Oleh karena itu, saat ditanyakan apakah senang bekerja seperti sekarang, dengan cepat Engkos mengiyakan. “Ya, saya sangat senang menjalani pekerjaan ini. Buktinya, sejak 1985 profesi ini saya jalani dengan baik dan benar,” kilah Engkos.

Bukan hanya itu, saat pak Tommy menanyakan berapa gaji kamu sebulan? Petugas pemeriksa jalan kereta api (PPJKA) di daerah Tasiklamaya, Jawa Barat mengaku menerima gaji Rp4 juta per bulan. Selain itu, masih ada uang operasional rata-rata Rp200 ribu per bulan.

“Yang begitulah. Tapi, saya menjalani tugas dan pekerjaan ini dengan sepenuh hati. Ini tugas mulia, karena menjaga keselamatan perjalanan KA dengan ribuan penumpang yang dibawanya. Keselamatan dan kelancaran perjalanan mereka sedikit banyak tergantung tugas juru periksa jalan KA seperti saya ini,” tutup Engkos.(helmi)