Angkasa Pura 2

Mengintip Kesiapan Terminal Pulogebang Pada Angkutan Lebaran‎

KoridorSaturday, 2 July 2016

‎JAKARTA (beritatrans.com) – Terminal Pulogebang belumlah genap satu bulan dibuka untuk operasional. Namun geliatnya langsung terlihat, lantaran terminal tipe A ini langsung digunakan sebagai terminal keberangkatan angkutan mudik tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ya, untuk itu Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang memiliki kewenangan pengelolaan terminal tipe A di Jabodetabek, kemarin memantau langsung kesiapan angkutan mudik‎ di terminal yang disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara itu.

‎Menurut Kepala BPTJ Elly Adriana Sinaga, dalam melaksanakan servisnya kepada masyarakat, terminal tipe A harus sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.‎

Sebagai terminal tipe A, ternyata Pulogebang masih ada kekurangan-kekurangan yang ditemui,” ujar Elly di Jakarta akhir pekan.

Salah satu kekurangan yang cukup menonjol menurut Elly, yaitu kurangnya petunjuk atau rambu-rambu yang seharusnya ada di terminal.

“Bila rambu atau petunjuk jelas, kemungkinan tidak akan kita temui masyarakat yang masih berlalu lalang di jalur khusus bus. Jalur bus itu harusnya steril. Jika orang masih lewat sembarangan, bisa membahayakan,” urai Elly.

Kekurangan lainnya, lanjut Elly, adalah belum dipasangnya denah lokasi di area terminal. Luasnya terminal Pulogebang ini, bila tidak dipasang denah, akan membingungkan para pengguna jasa.‎

‎Ruang informasi dan pengaduan bagi pengguna jasa, setelah diperiksa juga belum ditemui. Sarana itu menurut Elly penting, mengingat masih saja ada oknum yang nakal dan merugikan penumpang.

“Seperti kasus penumpang yang dibatalkan perjalanannya secara sepihak oleh PO bus Sindoro. Para penumpang tersebut menjadi kebingungan karena bus yang mereka pilih menjadi sarana untuk mudik tidak jadi berangkat,” kata Elly.

Elly mengungkapkan, dalam kunjungan ke terminal Pulogebang juga ternyata masih banyak bus angkutan lebaran yang masih berangkat dari terminal Pulogadung.

“Saya minta Kadishub DKI Jakarta untuk segera menarik armada mudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur pindah ke Pulogebang. Selain itu juga menutup PO yang masih menjual tiket di Pulogadung dan memindahkannya ke Pulogebang,” imbuh Elly. (omy)