Angkasa Pura 2

Kemenhub Tegur Maskapai Penerbangan Yang Jual Tiket Lebihi Tarif Batas Atas

Bandara KokpitMinggu, 3 Juli 2016
Dirjen-Hubud-Suprasetyo

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan ternyata sudah menegur sejumlah maskapai penerbangan lantaran mematok harga tiket pesawat lebih dari tarif batas atas pada mudik Lebaran 2016. Ada maskapai yang memasukkan pembayaran PSC (passenger service charge) ke dalam tiket, sehingga jatuhnya harga lebih mahal dari ketentuan yang berlaku.

“Kemarin itu enggak banyak, ada beberapa maskapai (yang melanggar),” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo di Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (2/7/2016).

Namun begitu, ia enggan menyebut nama maskapai yang melanggar ketentuan tersebut. Menurut Suprasetyo, selisih harga tiket yang dijual maskapai tersebut tidak terlampau jauh dengan tarif batas atas. “Kelebihan Rp 20.000 misalnya,” kata dia.

Temuan Kemenhub, menurut Dirjen Hubud, tiket yang terlampau mahal itu disebabkan maskapai memasukkan Pembayaran Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) ke harga tiket.

Padahal seharusnya kata dia, PJP2U dan harga tiket seharusnya dipisahkan. “Sudah kita tegur,” ucap Suprasetyo.

Kemenhub juga menyatakan akan melakukan inspeksi untuk menindaklanjuti kabar penjualan harga tiket yang mencapai Rp 10 Juta di Papua. (Yoga Sukmana)

Sebelumnya, Ketua DPR RI Ade Komarudin meninjau persiapan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada Rabu (29/06/2016) meminta maskapai nasional meniru kebijakan yang diterapka maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia.

“Kunjungan ini dalam rangka mengecek persiapan Angkasa Pura II sebagai otoritas pengelola bandara terkait kesiapan menghadapi mudik lebaran,” ungkap Akom usai peninjauan Terminal 1 Bandara Soetta didampingi Ketua Komisi V Fary Djemy Francis (F-Gerindra), Wakil Ketua Komisi VI Azam Azman Natawijana (F-PD).

Mengawali inspeksinya ke Terminal 1A penerbangan domestik, Akom bersama anggota DPR lainnya menemui dan menyempatkan diri untuk berdialog dengan para penumpang terkait pelayanan serta harga tiket pesawat menjelang mudik Lebaran tahun ini.

Kepada politisi F-PG itu, para penumpang menyampaikan agar aktivitas penerbangan selama jelang lebaran berlangsung lancar.b“Sejumlah penumpang tidak ada yang mengeluhkan soal harga tiket, karena tidak ada kenaikan harga yang signifikan selama menjelang lebaran ini. Penumpang berharap agar bandara tidak lagi mengalami keterlambatan keberangkatan,” ujar Akom.

Akom pun meminta Angkasa Pura II untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang sekarang ini fluktuatif. “Sekarang, H-10 ada peningkatan penumpang 35 persen, tetapi besok bisa saja turun, kesiapan ini yang kita cek terutama menyangkut soal keamanan. Kalau ada delay, jangan keterlaluan sehingga mengecewakan para penumpang,” pintanya.

Khusus mengenai keterlambatan ataupun penundaan penerbangan, politisi asal dapil Jawa Barat itu mendorong maskapai lainnya untuk bekerjasama dengan perusahaan asuransi dan perbankan agar penumpang bisa klaim uangnya jika tidak jadi terbang atau ditunda ke hari lain.

“Kami mendorong maskapai lainnya untuk mencontoh Garuda Indonesia dan Citylink yang menggandeng Askrindo dan Bank BRI untuk menjamin penumpang jika terjadi penundaan penerbangan,” imbuh Akom.(hel/trib)