Angkasa Pura 2

Tak Ada Nakhoda, Kapal TB Rimau 1611 Dilarang Lanjutkan Pelayaran oleh KN Trisula P 111

DermagaSelasa, 5 Juli 2016
IMG-20160704-WA042

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal patroli KN Trisula P 111 melarang kapal tug boat TB Rimau 1611 yang menarik kapal tongkang TK Rimau 1611 melanjutkan pelayaran. Pasalnya kapal tug boat dari Gresik menuju Rangga Ilung, Banjarmasin itu berlayar tanpa ada nakhoda.

“Oil Water Sparator-nya juga tidak berfungsi,” kata Nakhoda KN Trisula P 111 Handry Sulfian kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans, Senin (4/7/2016).

Oil Water Sparator atau OWS adalah alaat untuk memisahkan antara air dan minyak sebelum air itu dibuang ke laut.

“OWS alat untuk mencegah pencemaran laut akibat tumpahan minyak yang bercampur dengan air ballast yang dibuaang ke laut,” kata Handry.

Handry menuturkan, sesuai perintah Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Jakarta, Kolonel Laut (KH) Ir. Akhmad Sudarto, MT, kapal patroli KN Trisula P 111 melakukan tugas rutin patroli keselamatan dan keamanan pelayaran dalam rangka Angkutan Mudik Lebaran 2016/1437 H di perairan Banjarmasin.

Senin (4/7/2016), sekitar pukul 07.48 Wita petugas patroli KN Trisula P 111 melihat kapal TB Rimau 1611 yang sedang menarik tongkang TK Rimau 3005.

“Ketika dilakukan pemeriksaan aspek keselamatan pelayaran, diketahui kapal tersebut berlayar tanpa nakhoda dan OWS tidak berfungsi baik,” kata Handry.

Atas temuan tersebut petugas patroli KN Trisula P 111 langsung memerintahkan kapal tersebut berlabuh jangkar di tempat yang aman dan tidak mengganggu alur pelayaran.

“Selanjutnya akan kami serahkan berkas perkara ini ke kantor KSOP Banjarmasin untuk diproses lebih lanjut,” tuturnya.

Handry menegaskan sesuai instruks Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan arahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, serta arahan Kepala PLP Kelas I Tanjung Priok, keselamatan maritin merupakan hal pokok. Juga tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum di laut sesuai amanat UU No 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

“Sikap tegas ini untuk menciptakan zero accident, terutama selama masa Angkutan Mudik Lebaran 2016/1437 H sekarang,” katanya. (aliy)

loading...