Angkasa Pura 2

Posko Taktis KSOP Sunda Kelapa Efektif Cegah Pelanggaran Pelayaran

DermagaJumat, 8 Juli 2016
IMG-20160708-WA018

JAKARTA (beritatrans.com) – Keberadaan Posko Taktis Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa di Pulau Bidadari sangat efektif mencegah pelanggaran pelayaran yang biasa dilakukan oleh kapal-kapal ojek dari Kali Asdem.

Sejak dioperasikan menjelang Lebaran 2016/1437 H, Posko Taktis yang dilengkapi dengan kapal cepat Rigid Inflatable Boat (RIB) berkecepatan 50 knot terus melakukan pengawasan dan pengawal terhadap setiap kapal ojek yang melintas melalui Pulau Bidadari dan sekitarnya menuju ke pulau-pulau di gugusan Kepulauan Seribu Jakarta Utara.

“Terlihat sudah tertib. Kapal-kapal ojek itu kalau diajak tertib, mereka ternyata mau juga,” kata Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa Letnan Kolonel Marinir Benyamin Ginting kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans, Jumat (8/7/2016).

Benyamin mengatakan, setiap hari Posko Taktis di Pulau Bidadari melaksanakan penertiban. Setiap kapal ojek yang melintas pasti diperiksa semua perlengkapan administrasinya dari mulai sertifikat kapal hingga manifes penumpang.

“Bahkan untuk menjaga agar kapal-kapal ojek tersebut tetap tertib dan penumpangnya sesuai manifest serta tidak ada yang berdiri atau duduk di sisi luar kapal, petugas Posko Taktis selalu menyertai mereka ke pulau-pulau tujuan,” katanya.

Menurut Benyamin Ginting, dalam situasi liburan Lebaran seperti sekarang, banyak masyarakat yang berlibur ke pulau-pulau di gugusan kepulauan seribu. Menyebabkan meningkatnya frekwensi pelayaran, baik kapal-kapal ojek maupun kapal penumpang lainnya, termasuk kapal-kapal wisata atau speed boat dan yacht.

“Potensi kecelakaan pelayaran dan pencemaran perairan pun cukup tinggi. Sehingga perlu pengawasan yang lebih intensif dan ketat,” katanya.

Hal tersebut menurut Benyamin sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan perintah Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir A Tonny Budiono agar setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Serta berupaya agar selama musim Angkutan Mudik dan Balik Lebaran tahun ini tidak terjadi kecelakaan atau zero accident,” kata Benyamin. (aliy)

loading...