Angkasa Pura 2

Syahbandar Tanjung Priok Ikut Aksi KSOP Sunda Kelapa Tertibkan Kapal Ojek

DermagaSabtu, 9 Juli 2016
IMG-20160709-WA0001

JAKARTA (beritatrans.com) – Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Sahattua P Simatupang, MM, MH, mengunjungi posko taktis angkutan lebaran 2016/1437 H Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa, Jakarta Utara di Pulau Bidadari, Sabtu (9/7/2016).

“Kedatangan Capt. Sahattua dalam rangka pemantauan angkutan kapal-kapal ojek dari Kali Adem ke kepulauan seribu. Sekaligus turut mengawasi aspek keselamatan pelayaran kapal-kapal ojek tersebut,” kata kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa Letnan Kolonel Marinir Benyamin Ginting kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans.

IMG-20160709-WA0002

Pada kesempatan itu Capt. Sahattua, sebagai koordinator Unit Pelaksana Teknis (UPT), turut melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap kapal-kapal ojek yang melintas di perairan Pulau Bidadari. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran di penuhi oleh kapal-kapal ojek.

“Sekaligus untuk memastikan tidak ada kapal ojek yang memuat penumpang melebihi kapasitas. Juga mengawasi ketertiban penumpang untuk tidak duduk atau berada di sisi luar kapal demi keselamatan jiwa mereka,” kata Benyamin Ginting.

Benyamin mengaku sangat senang atas kedatangan Capt. Sahattua ke Posko Taktis yang sengaja dibuat untuk didedikasikan bagi pengawalan angkutan Lebaran 2016 ini.

“Sebagai koordinator UPT Jakarta, Caapt. Sahattua telah sering menunjukkan kepedulian dan perhatiannya. Ini menunjukkan semakin tumbuh dan menguatnya sinergitas antar stake holder atau mitra-mitra kerja di pelabuhan dan perairan Jakart utara,” katanya.

Benyamin mengatakan sejak H+1 hingga H+4 penumpang kapal ojek dari Kali Adem menuju kawasan Kepulauan Seribu berjumlah sekitar 20 ribu orang. Sebagian besar dari mereka adalah masyarakat yang hendak berlibur Lebaran di pulau-pulau tersebut.

KSOP Sunda Kelapa bersama stake holder terkait akan berupaya semaksimal mungkin menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran. Posko taktis di Kepulauan Bidadari dijadikan oleh KSOP Sunda Kelapa sebagai pusat kegiatan operasi penyelamatan dan pengamanan lingkungan maritim bila terjadi kecelakaan pelayaran di wilayah Kepulauan Seribu dan sekitar nya.

“Kami melengkapi posko taktis tersebut dengan berbagai peralatan SAR, termasuk tim penyelam dan kapal Rigid Inflatable boat berkecepatan 50 knot,” ujar Benyamin Ginting.

Dengan perlengkapan posko taktis tersebut, KSOP Sunda Kelapa siap mewujudkan instruksi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir. A Tonny Budiono agar tidak terjadi kecelakaan pelayaran selama angkutan lebaran 2016/1437 H atau zero accident,” katanya. (aliy)

loading...