Angkasa Pura 2

Alat Barcode Tiket Kapal Pelni Perlu Ditambah Di Pelabuhan Belawan

DermagaMinggu, 10 Juli 2016
IMG-20160710-WA0002

BELAWAN (BeritaTrans.com) – Sempat terjadi antrean panjang calon penumpang kapal Pelni saat pemeriksaan tiket di Terminal Bandar Deli di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Minggu (10/7/2016).

Koresponden BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans melihat pemeriksaan menjadi menyerap waktu lama karena alat barcode pemeriksa tiket kapal hanya ada empat unit. Padahal ada 3.123 penumpang yang harus diperiksa secara manual oleh petugas Pelni.

IMG-20160710-WA0007

Karenanya, Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Bambang Wiyanto meminta manajemen PT Pelni dan PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan untuk menambah alat barcode tiket sehingga jumlahnya menjadi dua kali lipat.

“Kalau alat barcode ditambah maka pemeriksaan tiket menjadi lebih cepat. Kasihan pengguna jasa harus antre lama seperti ini. Padahal mereka juga membutuhkan tenaga untuk naik ke kapal,” tutur Bambang kepada petugas PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan.

Setelah meninjau proses pemeriksaan tiket, Bambang dan rombongan mengikuti alur perjalanan penumpang dari terminal menuju kapal dengan melalui dua garbarata. Di kapal, tim Kementerian Perhubungan menyempatkan menemui nakhoda Capt. Nursamsi dan awak kapal KM Kelud.

Kepada nakhoda dan awak kapal Pelni, KM Kelud, Bambang menegaskan agar menjunjung tinggi aspek keselamatan pelayaran. Didampingi Syahbandar Belawan Karolus Sengadji dan Kepala Distrik Navigasi Belawan Eko Hadi Rumekso, Bambang berpesan kepada nakhoda: “Bapak Menhub Bapak Jonan menyatakan lebih baik tidak berangkat daripada tidak sampai tujuan.” (dien).