Angkasa Pura 2

Seknas Jokowi: Kaji Detail Pembangunan Simpang Susun Semanggi

KoridorRabu, 13 Juli 2016
Simpang Susun Semanggi

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta mengkaji detail pembangunan simpang susun Semanggi. Pasalnya, desain pembangunan simpang susun Semanggi yang berbentuk seperti telinga justru akan menambah kemacetan. Sebab di beberapa titik berbentuk bottleneck atau menyempit.

“Jadi begini, saat kita masuk (simpang susun Semanggi) jalan mengembang, pas out-nya mengecil lagi. Enggak bisa ini, secara hitungan teknis, ini (pembangunan simpang susun Semanggi) useless.” “Pembangunan flyover ini mubazir, tidak signifikan, tidak mengurai kemacetan. Itu pesan yang ingin saya sampaikan,” kata Yan Peter, salah satu anggota Tim Seknas Jokowi pada sebuah diskusi publik di Jalan Cirebon, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2016).

Meski demikian, dia mengakui tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan pembangunan simpang susun Semanggi. “Saya hanya ingin katakan, DKI bangunlah yang benar. Misalnya kalau kita masuk ke sana, jangan dibunuh lagi untuk membayar ERP (electronic road pricing),” sebut Peter.

“Saya katakan, Pemprov DKI Jakarta boleh membangun jalan itu, tapi kebijakan lain harus menopang satu sama lain bukan menggunting satu sama lain,” kata Dewan Pakar Bidang Transportasi Seknas Jokowi itu.

Sementara, Ketua Seknas Jokowi, Muhammad Yamin mengatakan Pemprov DKI Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan simpang susun Semanggi untuk mengantisipasi kemacetan. Adapun pembangunan simpang susun Semanggi sudah dilaksanakan sejak bulan April lalu. Namun, Pemprov DKI Jakarta perlu mengkaji kembali langkah selanjutnya yang akan dilakukan agar tak terjadi kemacetan.

“Jangan sampai kalau DKI bangun simpang susun Semanggi cuma seperti bom waktu. Tidak macet setahun dua tahun, habis itu masalah lagi,” kata Yamin seperti dikutip kompas.com.

Menurut dia, perlu beberapa kebijakan untuk mengantisipasi kemacetan. Contohnya mengkaji pembatasan masuknya kendaraan dari luar kota ke Jakarta. Dengan pembangunan moda transportasi massal berbasis rel Jabodetabek dan lain-lain.

Adapun pengerjaan pembangunan simpang susun Semanggi dilakukan oleh PT Wijaya Karya (persero) Tbk. Dana anggaran pembangunan proyek itu yang mencapai Rp 360 miliar berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.(helmi/komp)