Angkasa Pura 2

Tetap Klaim Laut China Selatan, Beijing: Persidangan Mahkamah Arbitrase Lelucon

Dermaga Kelautan & PerikananRabu, 13 Juli 2016
160712090508_south_china_sea_110716_624map_indonesian (1)

BEIJING (BeritaTrans.com) – Pemerintah China tetap menegaskan bahwa kepulauan yang ada di Laut China Selatan adalah bagian dari teritorial negara itu.

Hal ini disampaikan Presiden Xi Jinping, hari Selasa (12/07), setelah Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, memutuskan bahwa klaim China di Laut China Selatan tak memiliki landasan hukum.

“Pulau-pulau di Laut China Selatan secara historis adalah milik China … kedaulatan teritorial dan hak-hak maritim (China) di Laut China Selatan tak terpengaruh oleh putusan (mahkamah),” kata Presiden Xi Jinping, seusai menerima komisioner Uni Eropa di Beijing.

Seperti dikutip bbc.com, dia menyatakan pihaknya akan menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan ini dan berjanji menyelesaikan sengketa dengan negara-negara lain melalui perundingan yang didasarkan pada fakta sejarah dan hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Wang Yi menggambarkan persidangan di Den Haag ‘sebagai lelucon’.

Mahkamah di Den Haag secara tegas menyatakan bahwa China tak punya landasan hukum, melanggar hak-hak kedaulatan Filipina, dan menyebabkan kerusakan lingkungan dengan membuat pulau-pulau buatan di Laut China Selatan.

Filipina -yang mengajukan kasus ini ke Den Haag- bersama Vietnam menyambut baik putusan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Filipina meminta semua pihak menahan diri sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Hai Binh, mengatakan Hanoi ‘mendukung penyelesaikan sengketa teritorial melalui cara-cara yang damai, sesuai dengan hukum internasional’.

Amerika Serikat yang melakukan patroli di kawasan ini mengatakan putusan mahkamah mestinya akan membantu menyelesaikan berbagai sengketa wilayah di perairan ini.

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari