Angkasa Pura 2

Pengamat : Selain Ahli Transportasi, Dibutuhkan Juga Ahli Logistik 

KoridorKamis, 14 Juli 2016
images(49)


JAKARTA (beritatrans.com) – Kemacetan total di beberapa ruas jalan akhir-akhir ini menandai kebutuhan negeri ini terhadap ahli logistik—disamping para expert di dunia transportasi.

Menurut Pengamat Transportasi Eka Sari Lorena, bila negeri ini memberi tempat lebih banyak kepada ahli logistik, maka pergerakan orang dan barang di negeri ini dapat lebih efisien.

“Beberapa hari lalu, saya juga telah bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan beliau mengamini masukan dan saran dari saya. ‎Kenapa saya bicara dengan Perindustrian? Karena industri juga menjadi aktor  distribusi barang menuju konsumen. Ketika ongkos logistik yang sekitar 20-30 persen dari biaya produksi bisa ditekan—berkat drive dari industriawan—maka bukankah rakyat dapat membeli barang itu dengan lebih murah?” urai Eka di Jakarta, Kamis (14/7/2016).‎

Dengan melibatkan ahli logistik menurut Eka, maka besar kemungkinannya akan dapat menjamin pergerakan orang dan barang yang lebih lancar dari titik A ke titik B. Diupayakan, agar pengangkutan barang dan orang sebisa mungkin tidak saling mengganggu.  

“Di tiap kota, saya rasa juga dibutuhkan kehadiran ahli logistik. Dia yang harusnya berperan untuk menentukan bahkan membuat jalur logistik,” kata Eka.

Ahli logistik lanjut Eka, dapat mendorong terjadinya perbaikan desain tata ruang untuk efisiensi mobilitas pergerakan orang dan barang.  Mengedepankan tidak hanya nilai ekonomikal, namun juga kenyamanan lingkungan hidup serta kesinambungan industri-sustainability. 

“Selain itu, dia bisa Membantu mendorong policy, menentukan truk tronton harus memasuki kota dari ruas jalan tertentu menuju pasar atau pergudangan tertentu, misalnya,” imbuh Eka.‎

Bukan hanya menentukan jalur, ahli logistik dapat memberikan masukan kepada Dinas PU atau Dinas Perhubungan terkait lebar jalan atau lebar tikungan jalan yang dibutuhkan truk untuk menikung. 

“Anda pernah lihat truk kontainer melaju di ruas Cileunyi-Nagrek-Limbangan-Rajapolah? Kira-kira, siapa yang membuat jalan ya sampai truk kontainer menikung saja susah? Atau, siapa yang membuat tanjakan sampai bus saja susah melaju? 
Saya bahkan berpikir lebih ekstrim. Mengapa tidak ahli logistik dilibatkan membangun jalur distribusi hingga desa?” tegas Eka.

Seorang ahli logistik misalnya, dapat diminta untuk mendesain semacam stage atau panggung di pasar sehingga bongkar muat barang dari truk lebih mudah. Ketika biaya pembangunan stage itu dibebankan pada APBD atau PD Pasar maka masyarakat diuntungkan karena biaya bongkar muat logikanya lebih murah. 

Proses bongkar muat juga seharusnya tidak membuat macet lalu lintas di depan pasar. Dan, ini peran dari sang ahli logistik untuk menentukan titik mana proses itu dilakukan. Ingat, kemacetan dalam bentuk apapun adalah biaya yang membebani bahkan memicu kerugian.‎ (omy)