Angkasa Pura 2

Yurlis: Tiga Komponen Pokok Untuk Tingkatkan Keselamatan Dan Keamanan Penerbangan

Bandara Kokpit SDMKamis, 14 Juli 2016
Yurliss_edit

JAKARTA (Beritatrans.com) – Keselamatan penerbangan bisa diwujudkan dengan tiga komponen utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), standard operation prosedure (SOP) serta dibantu dan diperkuat produk ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Demikian disampaikan Direktur Keselamatan Keamanan dan Standarisasi. Perum AirNav Indonesia Yurlis Hasibuan dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Secara umum, lanjut dia, keselamatan dan keamanan penerbangan di Indonesia cukup baik dan trennya terus meningkat. Pengakuan international khususnya Uni Eropa menjadi buktinya.

“Beberapa maskapai nasional mulai diizinkan terbang ke Eropa. Hal itu membuktikan tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan nasional makin baik dan diakui negara-negara Uni Eropa,” kata mantan Ketua STPI Curug itu.

Dia menambahkan, keselamatan dan keamanan di Indonesia bisa terus ditingkatkan. Kuncinya tigal hal utama itu dipenuhi dan terus ditingkatkan.

Kualitas SDM bisa ditingkatkan melalui training atau diklat. Kualitas SDM penerbangan baik pilot, ATC, ground handling, dan operator bandara harus terus ditingkatkan sesuai dinamika dan tuntutan zaman modern ini.

“Caranya jelas, melalui diklat baik di sekolah-sekolah teknis penerbangan di Indonesia atau luar negeri. Semua itu sangat bisa dan mudah dilakukan,” papar Yurlis lagi.

Kedua, penguatan dan aplikasi SOP secara profesional dan konsisten. “SOP penerbangan baik sebagai pilot, ATC, awak kabin dan ground handling harus dipastikan bekerja secara profesional sesuai SOP yang ada,” sebut Yurlis.

Ketiga atau terakhir, tambah mantan Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara itu, adalah alat atau teknologi (iptek) yang terus di-up date dan ditingkatkan keandalannya.

“Produk iptek bidang penerbangan yanga ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk membantu meringankan tugas manusia, sekaligus meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan nasional,” tukas Yurlis.

“Jika tiga komponen keselamatan dan keamanan itu ada dan sudah ditanamkan sejak masih taruna di kampus, kita optimis keselamatan dan keamanan penerbangan di Indonesia bisa lebih baik dari sekarang,” tegas Yurlis.(helmi)