Angkasa Pura 2

Fauziah Achmad, Instruktur Avsec Yang Juga Alumni STPI Curug

SDMRabu, 20 Juli 2016
Fauziah Achmad2

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Fauziah Achmad, adalah salah satu instruktur diklat andalan di Kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug, Tangerang, Banten. Sebagai dosen, Fauziah sudah kenyang pengalaman, baik terori atau praktek di lapangan sebagai aviation security (Avsec).

Alumni STPI Curug itu, setelah lulus dari almamaternya Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug langsung menjadi Avsec di Bandara Husein Sastranegara Bandung, tahun 2007-2008 silam. Saat itu, Fauziah mengawali karerinya sebagai tenaga honorer.

Tahun 2009 diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditempatkan di BP3 Jayapura, Papua, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDM Perhubungan di ujung timur Indonesia. “Saat itu, saya menjadi instruktur Avsec di BP3 Jayapura,” cetus Fauziyah, dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di kampus BP3 Curug, Selasa (19/7/2016).

Sejak lulus dari STPI Curug, aku Fauziah, dia bukan hanya bekerja sebagai instruktur. Tapi juga rajin belajar untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya, tapi juga untuk mengelola (maintenance) rating dan certifikat yang dimiliknya.

“Saya mengikuti diklat Avsec mulai basic, junior di BP3 Curug. Baru Diklat Avsec Senior serta beberapa diklat mainenance diikuti di Kampus BP3 Jayapura. Dengan bekal ilmu dan pengalaman security itulah saya dipercaya menjadi instruktur atau dosen Avsec sampai sekarang,” papar Fauziah.

Sejak dua tahun terakhir, tambah Fauziah, dia dipindahnya ke BP3 Curug. Rasanya seperti kembali ke rumah sendiri, yang telah mendidik dan membesarkan selama ini. “Masih sama, yaitu sebagai instruktur avsec. Tentunya dengan pengalaman yang lebih matang dibandingkan sebelumnya,” terang Fauziah.

Fauziah Achmad1

Bagi dosen senior ini, mengajar sebagai instruktur avsec di depan kelas memiliki kepuasan dan tantangan tersendiri. “Banyak suka dan duka mengajar avsec dengan siswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Tapi sebagai dosen, kita ditantang untuk bisa menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami siswanya. Inilah seninya orang mengajar (avsec),” terang Fauziah.

Bagaimanapun kondisi siswa yang dihadapi, menurut Fauziah, dia harus tetap menjadi instruktur yang baik. Tapi, secara kodrat memang berbeda antara siswa pria dan wanita. “Ada hal-hal tertentu yang mesti disampaikan esktra hati-hati, terutama pada siswa perempuan,” aku putri Jawa kelahiran Makassar Sulawesi Selatan itu.

Untuk siswa perempuan, tambah Fauziah, mereka cenderung diam dan malu-malu menyampaikan pertanyaan atau isi hatinya, meski dia kurang paham. “Sebaliknya, bagi siswa pria lebih terbuka dan berani menyampaikan ide dan pendapatnya jika belum paham. Tapi bagaimanapun sulit beragam kondisi siswanya, instruktur avsec harus bisa mendidik dan menyampaikan materi dengan mudah, menarik dan dipahami . Inilah dunia instruktur termasuk di BP3 Curug,” tegas Fauziah.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari