Angkasa Pura 2

Pesan Tommy Ke BP2IP Tangerang: Tingkatkan Kualitas Diklat Untuk Hasilkan Pelaut Profesional

SDMKamis, 21 Juli 2016
Tommy Maukk

TANGERANG (Beritatrans.com) – Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2016 harus disikapi dengan baik, khususnya dunia pendidikan kepelautan di Tanah Air. Dampak masuknya tenaga kerja asing di Indonesia saat ini mulai banyak diperbincangkan, karena mau tak mau akan menggerus peluang tenaga kerja lokal di negerinya sendiri.

“Lembaga diklat pelaut seperti Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang harus mampu meningkatkan kualitas diklat guna menghasilkan lulusan pelaut yang andal dan siap bersaing di era global,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si dalam acara Renungan Suci dan Penyematan Pin Perekat dan Pemersatu Bangsa di BP2IP Tangerang, Kamis (21/7/2016) dini hari.

Lembaga pendidikan pelaut di lingkungan BPSDM Perhubungan harus terus berupaya meningkatan kualitas dan kapasitas diklat yang ada. Mulai konten kurikulum, proses diklat harus terus dibenahi dan disempurnakan sesuai dinamika dan kebutuhan zaman.

“Diklat kepelautan mutlak harus mengikuti standar international seperti diatur International Maritime Organization (IMO). Jika sampai keluar dari aturan itu, dikhawatirkan akan ditolak pasar atau dunia usaha. Implikasinya sangat buruk, dan pelaut Indonesia akan semakin sulit bekerja apalagi di kapal-kapal aisng,” jelas Tommy.

Proses diklat pelaut, termasuk di BP2IP Tangerang, menurut Tommy harus mampu mendidik dan menyiapkan SDM pelaut yang unggul. Mereka memiliki kriteria pokok, yaitu prima fisiknya, profesional kerjanya dan beretika yang baik.

“Jika tidak kriteria itu bisa dipenuhi ditambah dengan kemampuan non teknis lainnya, seperti managemen mengelola hubungan dengan dirinya sendiri, managemen hubungan dengan orang lain, managemen hubungan dengan lingkungan kerja serta managemen dengan Tuhan yang maha kuasa, bisa dijaga dan ditingkatkan maka akan meningkatkan daya saing SDM Indonesia termasuk para pelaut,” papar Tommy.

Tommy Hyro dkk

Oleh karena itu, selama proses diklat pelaut jangan hanya mengandalkan pada peningkatan kemampuan teknis pelaut saja. Tapi juga meningkatkan kemampuan non teknis, termasuk penguasaan Bahasa Inggris dan IT yang lebih andal.

Yang tak boleh ketinggalan, Tommy, menambahkan, pendidikan mengenai wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan dedikasi serta pengabdian pada bangsa dan negara harus terus ditingkatkan.

“Dimanapun berkerja dan berlayar, setiap pelaut Indonesia harus tetap ingat dan peduli pada bangsa da negara serta almamater yang telah mendidik dan membesarkannya. Jika semua itu sudah dimiliki oleh setiap pelaut Indonesia, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Mereka adalah kader-kader pambangunan bangsa yang baik dan setia pada NKRI,” tegas Tommy.(helmi)

loading...