Angkasa Pura 2

Pengamat : Angkutan Lebaran 2016 Tidak Lebih Baik

KoridorKamis, 21 Juli 2016
IMG_20160721_121225

JAKARTA (beritatrans.com) – Angkutan Lebaran 2016 menurut Pengamat Transportasi Eka Sari Lorena tidak lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terutam untuk angkutan jalan raya.

“Mungkin angkutan udara, kereta api, dan penyeberangan (laut) lebih baik, namun untuk angkutan bus tidak,” ujar Eka di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Hal itu menurut Eka terbukti dengan kemacetan total hingga puluhan kilometer di tol hingga Brebes Timur pada arus mudik kemarin.

“Saya membuktikan sendiri dengan menempuh perjalanan Jakarta-Solo selama 34 jam dan yang menyedihkan lagi, ketidaksiapan banyak pihak di sepanjang jalur mudik, mulai dari MCK, SPBU dengan antrian panjang, hingga tempat makan,” ungkap Eka.

Menurut Eka, idealnya perlu perhatian ekstra jauh sebelum arus mudik Lebaran untuk jalan raya. Kondisi jalan yang tidak terlalu bagus dan banyak masalah lainnya yang ada di jalan.

Pemerintah dikatakan Eka, selama ini kurang memerhatikan angkutan jalan (bus). Namun tiba-tiba mengecek kelaikan dan menghentikan operasional angkutan bus yang tak laik tanpa memberikan solusi.

“Uji kelaikan yang dilakukan pemerintah bagus, namun karena tiba-tiba dan tanpa solusi, ikut memengaruhi volume penumpang yang terangkut,” kata Eka.

Selanjutnya, yang tidak terduga sebelumnya adalah kemacetan parah di pintu keluar Brebes Timur yang telah menyebabkan puluhan bus ikut terjebak.

“Otomatis armada bus tidak maksimal dan tidak dapat mengantar kloter selanjutnya dari Jabodetabek karena waktunya habis di kemacetan,” ungkap Eka.

Dengan begitu, penurunan penumpang untuk angkutan bus pada Lebaran kali ini, mencapai enam persen. Operator bus tentu saja mengalami kerugian dengan kondisi seperti itu. (omy)