Angkasa Pura 2

Kasus Di Bandara Palembang

Siska Cesilia, Siswa Diklat Senior Avsec Initial Di BP3 Curug

SDMKamis, 21 Juli 2016
Siska Cesilia1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sisca Cesilia, adalah salah satu tenaga Aviation Security (Avsec) di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, Sumatera Selatan. Meski seorang wanita, tapi jangan salah. Ia merupakan orang karier Avsec di bandara terbesar di Palembang dan sudah mengantongi certifikat Senior Avsec dan kini tengah mengiktui diklat untuk penyegaran dan perpanjangan sertifikan kompetensinya.

Banyak suka duka menjadi Avsec wanita, khususnya di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Selain harus melayani penumpang domestik juga penumpang international, termasuk saat pelaksanaan PON dan Sea Games di Palembang tahun lalu. Ada hal-hal tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh petugas perempuan, seperti Siska dan para koleganya itu.

“Kita dituntut tegas menegakkan aturan keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya di area bandara. Sebelum melakukan check in bahkan boarding (masuk dalam pesawat), semua penumpang harus diperiksa dan dinyatakan clean and clear sesuai aturan international atau ICAO,” kata Siska kepada Beritatrans.com disela-sela Diklat Senior Avsec Initial di kampus BP3 Curug, kemarin.

Siska menjadi personel Avsec sejak tahun 2010. Saat itu, ia mulai dari tingkat paling dasar atau Basic Avsec, kemudian terus meningkat ke Junior Avsec dan baru Senior Avsec. Sesuai aturan ICAO terbaru, pelaksanaan pendidikan dan ujian bahkan saat bekerja personel Avsec harus menguasai dan bisa mengoperasikan IT (information technology).

“Setiap sertifikat kompetensi avsec, juga harus di-maintance setiap dua tahun sekali. Jadi, saya sudah dua kali melakukan pembaharuan certifikat avsec termasuk di Kampus BP3 Curug ini,” kata Siska lagi.

Sebagai tenaga yang melayani masyarakat di garda terdepan, menurut Siska, semua personel Avsec harus tegas menegakkan aturan. Namun, mereka harus tetap ramah dan peduli terutama masyarakat masyarakat pengguna bandara, baik calon penumpang atau orang lain yang berkepentingan di bandara.

Avsec, menurut Siska, harus memastikan semua orang yang masuk bandara harus clean and clean. Mereka tidak membawa bahan peledak, narkotika dan barang-barang berbahaya yang dilarang masuk bandara oleh aturan international.

“Semua itu seharusnya sudah beres dan terdeteksi sejak pemeriksaan awal masuk X-ray, pemeriksaan tubuh calon penumpang dan lainnya. Dalam kasus calon penumpang Garuda Indonesia yang akan menyelundupkan ular di kakinya, akhirnya bisa terdeteksi dan dibongkar petugas Avsec. Begitu pula protak personel avsec dimanapun bertugas, karena harus sesuai dengan standar ICAO,” papar Siska usai kunjungan Kepala BP3 Curug, Sukarwoto, S.SiT, MM pada para siswa Diklat Avsec itu.

Woto kelas avsec

Kasus Istri Pejabat

Namun begitu, aku Siska bertugas menjadi avsec tak selama enak dan nyaman serta mudah dilakukan. Inilah tantangan tugas, termasuk personel avsec perempuan seperti dirinya.

“Kita harus elegan menjalankan tugas, agar semua hal yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan tak lolos masuk ke bandara apalagi boarding dalam pesawat,” terang Siska didampingi Instruktur Avsec BP3 Fauziah Achmad itu lagi.

Selama ini, aku wanita berkerung itu, semua masalah bisa dihadapi dan diselesaikan dengan baik. Rata-rata masyarakat Indonesia itu mudah dan penurut. Jika memang dilarang UU untuk dibawa masuk bandara atau pesawat, mereka menurutinya.

“Namun ada pula kelompok masyarakat tertentu yang akan sulit ditangani meski sudah dijelaskan dan diberikan pencerahan. Mereka itu kebanyakan adalah istri atau keluarga oknum pejabat di daerah. Biasanya, mereka pergi mengenakan perhiasan aneka rupa yang harus dilepaskan sebelum masuk X-ray. Tapi ada oknum tertenu yang menolak bahkan ngotot tak mau diperiksa,” sebut Siska.

“Orang orang seperti inilah yang membutuhkan trik khusus bila perlu harus bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menyelesaikan. Tapi, dengan kepiawaian dan pengalaman aparat di lapangan, semua bisa diatasi dan diselesaikan dengan baik,” tegas Siska.(helmi)

Fauziah Achmad1

loading...