Angkasa Pura 2

Kampus STTD Tingkatkan Kerja Sama Diklat Dengan PT KAI

Emplasemen SDMJumat, 22 Juli 2016
Nurhadi - Pepen

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kampus Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) menjalin kerja sama lebih serius dengan manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam bidang pendidikan dan latihan (diklat) taruna serta rekrutmen calon pegawai.

“Dalam pembicaraan antara STTD dengan PT KAI melalui Direktur Persoalia Umum dan IT Kuncoro Wibowo, manajemen KAI siap menampung taruna STTD untuk magang sekaligus mendidik dan melatih mereka menjadi ahli di bidang kerata api,” kata Kabag Administarsi Akademik dan Ketarunaan STTD Muh Nurhadi, ATD, MT, MM menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Jumat (22/7/2016).

Menurutnya, bagi taruna STTD yang magang di KAI nanti akan mendapatkan prioritas untuk ikut rekrutmen di KAI. Apalagi, mereka sudah mendapatkan pengalaman praktis dan KAI ikut mendidik dan menyiapkan mereka menjadi personel KA yang andal.

Selama ini, jelas Nurhadi, banyak taruna STTD termasuk dari program studi (prodi) D-III Perkeretaapian yang ikut magang di manajemen KAI, baik di kantor pusat atau anak perusahaan BUMN transportasi itu.

“Jadi, hubungan kerja sama di bidang pendidikan antara STTD dengan KAI sudah berlangsung lama. Banyak alumni STTD yang diterima bekerja di KAI. Bahkan, sebagian sudah berhasil mengukir prestasi dan pengabdian yang cukup bagus di KAI,” papar Nurhadi.

Beberapa alumni STTD sudah menduduki berbagai posisi penting di KAI. Ada yang sudah menjadi Kepala Stasiun (KS) meski bukan Stasiun Utama seperti di Jakarta atau Bandung. “Yang pasti, banyak contoh sukses alumni STTD yang berhasil menunjukkan kinerja bagus di perusahaan KAI tempatnya bekerja,” kilah Nurhadi.

Tingkatkan Link And Match

Kerja sama STTD dan KAI bukan hanya berhenti sampai di situ. Nurhadi menambahkan, manajemen KAI siap memberikan saran dan masukan dalam proses penyusunan kurikulum dan materi diklat di bidang kereta api.

“Manajemen KAI siap memberikan saran dan masukan materi kurikulum yang dibutuhkan perusahaan dan bisa diajarkan di STTD. Dengan begitu, hasil diklat taruna STTD akan lebih cocok dengan kebutuhan dunia kerja khususnya di KAI atau link and match,” terang Nurhadi.

Sesuai arahan Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M,Si, seluruh sekolah di lingkungan Kementerian Perhubungan harus meningkatkan kapasitas dan kualitas diklat sesuai dan matra yang ada. “Jangan sampai ada alumni yang menganggur karena tak dibutuhkan dunia kerja,” kata Tommy, sapaan akrab orang nomor satu di BPSDM Perhubungan itu.

Dikatakan Tommy, perlu terus ditingkatkan link and match antara lembaga pendidikan dengan dunia kerja, sehingga tingkat penyerapan lulusan sekolah-sekolah BPSDM Perhubungan makin tinggi. Subsidi negara untuk para taruna harus dipastikan tepat sasaran dan bermanfaat bagi negara dan taruna itu sendiri.

“Kerja sama antara kampus dengan dunia kerja harus ditingkatkan. Bila terlibat langsung dalam penyusunan kurikulum, apa materi yang paling tepat diajarkan di kampus, sehingga para lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegas Tommy.(helmi)