Angkasa Pura 2

Pertamina dan Polri Tangkap Tujuh Pelaku Pencurian Minyak Di Prabumilih

Aksi Polisi EnergiJumat, 22 Juli 2016
Wianda_Pusponegoro

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kerjasama erat antara PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertamina EP Asset 2 dan Kepolisian dapat menggagalkan sekaligus meringkus pelaku illegal tapping di Desa Karya Mulya, Kota Prabumulih.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan sebanyak tujuh orang terduga pelaku berhasil diamankan oleh gabungan tenaga pengamanan Pertamina EP Asset 2 dan Kepolisian. Para pencuri melakukan illegal tapping pada jalur pipa 6 inch Pagar Dewa – PPP Prabumulih.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Kepolisian, dalam hal ini Polres Prabumulih, setelah mendapatkan laporan upaya pencurian minyak mentah dari tim pengamanan internal Pertamina EP. Semoga ini dapat menjadi pesan yang kuat kepada siapa saja yang coba-coba melakukan tindakan illegal semacam pencurian minyak ini akan berhadapan dengan penegakan hukum,” kata Wianda seperti dikutip dari laman pertamina.com.

Kejadian illegal tapping dapat memberikan dampak serius baik terhadap pelaku maupun masyarakat sekitar tempat kejadian, hal yang paling umum terjadi adalah pencemaran lahan masyarakat berujung kerusakan lingkungan, hingga kebakaran maupun ledakan yang dapat menyebabkan kematian. Selain itu, para pelaku akan diancam hukuman pidana sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kasus Ilegal Tapping

Hingga Juni 2016, sedikitnya telah terjadi 5 kasus illegal tapping pada pipa Pertamina EP di wilayah Sumatera, baik yang terjadi di Jambi maupun Prabumulih, dengan dua kasus di antaranya telah diproses hukum. Selain illegal tapping, juga terdapat beberapa kasus pencurian fasilitas produksi, kasus perusakan fasilitas produksi & sabotase, dan kasus ilegal drilling di wilayah mangun jaya dan keluang Kabupaten Musi Banyuasin yang mencapai 104 sumur.

Penindakan tegas terhadap aksi illegal tapping juga sudah membuahkan hasil di bisnis hilir, dari tiga kasus illegal tapping BBM di Belawan dua kasus sudah dilakukan penangkapan pelaku, demikian pula pelaku premanisme terhadap Operation Head TBBM Teluk Kabung, Padang empat orang telah mulai diproses hukum oleh Kepolisian.

Untuk pengamanan aset vital tersebut, Pertamina tidak tinggal diam, secara rutin melakukan kordinasi dengan seluruh pihak; SKKMigas, Pemda dan aparat baik dari Kepolisian dan TNI untuk membantu pengamanan operasi perusahaan. Untuk beberapa kasus, dibentuk tim khusus yang bertugas melakukan patroli secara intensif untuk mencegah upaya illegal tapping maupun tindakan gangguan keamanan lainnya di wilayah operasi Pertamina.(helmi)

loading...