Angkasa Pura 2

Polda Metro Jaya dan Dishubtrans Uji Coba Ganjil Genap Mulai 27 Juli 2016

Aksi Polisi KoridorMinggu, 24 Juli 2016
Jalur ganjil genap

JAKARTA (Beritatrans.com) – Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan dan Transportasi
(Dishubtrans) Pemprov DKI Jakarta akan mulai melakukan uji coba pemberlakuan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor ganjil dan genap, mulai Rabu (27/7/2016) mendatang.

“Kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap akan segera diuji coba
pada 27 Juli 2016. Selama proses uji coba, polisi tidak akan memberikan tilang kepada
pelanggar namun hanya berupa teguran,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Minggu (24/7/2016).

Menurutnya, sistem ganjil-genap ini diterapkan berdasarkan kalender pada kawasan dan waktu tertentu. Kendaraan yang berpelat nomor di luar jam ganjil-genap masih diperbolehkan melintas, di luar kawasan diberlakukannya sistem tersebut.

Ruas jalan yang akan dilakukan pembatasan itu adalah, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH, Thamrin, Jalan medan Merdeka Barat sampai Jalan Majapahit. Kemudian Jalan Jenderal Gatot Subroto mulai Pancoran sampai Slipi. Selain itu juga Jalan HR.Rasuna Said akan dilakukan pembatasan serupa.

Menurut Budiyanto, aparat Polda Metro Jaya akan mulai memberikan peringatan dan teguran kepada pengguna jalan di koridor tertentu agar menggunakan kendaraan dengan nomor ganjil dan genap sesuai tanggal kalender yang ada. “Anggota yang melihat pelanggaran akan menghampiri pelanggar, kemudian mengkomunikasikan masalah ganjil-genap dan akan memberikan blangko teguran tertulis,” ujar Budiyanto seperti dikutip laman detikcom.

Sosialisasi Dan Teguran

Pelanggar akan diberikan blangko teguran warna merah, sementara 1 lembar blangko akan
dikirimkan ke instansi di mana pelanggar bekerja. Pada saat uji coba mengedepankan
sanksi sosial dan sekaligus membangun proses efek deterrent. “Dan satu lembar lagi
sebagai arsip,” imbuhnya.

Tahap sosialisasi penerapan kebijakan ganjil-genap sudah masuk minggu terakhir. Uji coba
sendiri akan mulai dilaksanakan pada tanggal 27 Juli sampai 26 Agustus 2016.

“Prinsipnya pada tahap uji coba penerapan ganjil-genap hampir sama pada saat
pemberlakuan. Bedanya pada saat uji coba teknis penegakan hukum menggunakan blangko
tegoran tertulis dan pada saat pelaksanaan teknis penegakan hukum akan sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku atau tilang,” jelas Budiyanto.

Pada saat pelaksanaan uji coba, apabila kedapatan menggunakan TNKB maupun STNK yang bukan dikeluarkan oleh Polri (pemalsuan), akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas
Perhubungan akan ditempatkan pada simpang-simpang pengawasan pada ruas penggal
jalan yang diberlakukan ganjil-genap.

“Dan akan digabung dengan petugas patroli gabungan untuk mengawasi dan melakukan
penegakan hukum non yustisia terhadap pelanggar yang melakukan pelanggaran yang tidak
sesuai pengoperasian kendaraan bermotor sesuai kalender nasional,” lanjutnya.

“Bukan berarti kendaraan dengan plat ganjil tidak boleh beroperasi pada tanggak genap
dan sebaliknya. Kendaraan tetap dapat beroperasi tetapi di luar kawasan dan diluar jam
pemberlakuan ganjil-genap,” pungkas Budiyanto.(anwar/dtc)

loading...