Angkasa Pura 2

Cetak Sejarah, Hillary Clinton Menjadi Perempuan Pertama Presiden Amerika

FigurRabu, 27 Juli 2016
hillary-clinton

PHILADELPHIA (BeritaTrans.com) – Hillary Clinton menjadi perempuan pertama sepanjang sejarah Amerika Serikat yang dinominasikan sebagai presiden.

Dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia, perolehan delegasi yang didapatkan Clinton untuk memperoleh tiket nominasi melampaui persyaratan sebanyak 2.382 orang.

Predikat Clinton sebagai kandidat presiden AS dari Partai Demokrat kian pasti setelah satu-satunya rival, Senator Bernie Sanders, berbicara lantang di depan para peserta konvensi. Dia menyerukan penghitungan jumlah delegasi dihentikan agar Clinton bisa langsung dinobatkan sebagai kandidat presiden.

Ketua Komite Nasional Partai Demokrat, Marcia Fudge, mengesahkan penghitungan dan mengesahkan status Clinton sebagai kandidat presiden. Para hadirin sontak bersorak sembari mengusung spanduk berisi dukungan terhadap mantan Ibu Negara tersebut.
Image copyright GettyImages
Image caption Bill Clinton, mantan presiden AS sekaligus suami Hillary Clinton, menghadiri Konvensi Partai Demokrat.

Majunya Clinton untuk bersaing menghadapi kandidat presiden dari Partai Republik berlangsung di tengah kontroversi.

Wikileaks mengeluarkan beberapa surel yang mengungkap bahwa Partai Demokrat bias terhadap Bernie Sanders saat dia bersaing dengan Clinton pada pemilihan pendahuluan partai.

Ketua partai Debbie Wasserman Schultz mengundurkan diri Minggu (24/7) akibat banyaknya tekanan yang muncul terkait skandal tersebut.

DUKUNGAN SANDERS & MICHELLE OBAMA

Bernie Sanders dalam pidatonya pada konvensi Partai Demokrat, mengajak seluruh elemen partai mendukung Hillary Clinton ke Gedung Putih.

Senator asal Vermont itu mendapatkan tepuk tangan berdiri selama tiga menit saat dia berpidato di panggung di Philadelphia.

Dia berkata, “Hillary Clinton harus menjadi presiden Amerika Serikat yang baru” dan orang-orangpun bersorak.

Ibu Negara Michelle Obama juga disambut dengan meriah atas pidatonya yang kuat menyasar calon dari partai Republik, Donald Trump.

“Jangan biarkan siapapun berkata negara ini tidak hebat dan bagaimanapun kita harus membuatnya besar lagi,” dia berkata, merujuk ke slogan Donald Trump ‘Buat Amerika Besar Lagi (Make America Great Again)’.

“Karena negara ini, saat ini, adalah negara terbesar di bumi,” dia menambahkan.

Sebelumnya, para pendukung Bernie Sanders mengolok-olok setiap kali nama Hillary Clinton disebut, yang akan menerima perwakilan partai Kamis (28/7/2016).

Dan saat dia memohon mereka untuk mendukung saingannya di partai Demokrat di pidato final malam itu, mereka mengangkat papan biru bertuliskan “Bernie” dan mengelu-elukan namanya.

Sebagian pendukung menangis sedang yang lainnya menutup mulut mereka dengan lakban yang ditulisi kata ‘bungkam’.

“Saat Donald Trump sibuk menghina satu kelompok dan lainnya, Hillary Clinton mengerti jika keberagaman kita adalah salah satu kekuatan kita,” lanjut Bernie Sanders.

“Jika kamu tidak percaya pemilihan ini penting, jika kamu berpikir kamu bisa duduk saja, ambil waktu sejenak dan berpikir tentang hakim-hakim Mahkamah Agung yang akan dinominasikan Donald Trump dan apa artinya itu terhadap kekebasan sipil, kesetaraan hak dan masa depan negara kita,” dia berkata.

Beberapa anggota yang hadir sebelumnya menyela doa pembuka acara dengan meneriakkan nama ‘Bernie!’ dan mengejek ketua komite nasional partai Demokrat, Marcia Fudge, saat menyampaikan pidatonya.

Keributan itu membuat Bernie Sanders mengirim sebuah surel yang mengatakan kredibilitas pergerakan progresif mereka akan rusak akibat ‘mengolok-olok, mengalihkan dukungan, memutuskan keluar atau bentuk protes serupa lainnya’.

“Hillary Clinton akan menjadi presiden yang hebat dan saya bangga berdiri bersamanya malam ini,” dia berkata sebelum meninggalkan panggung.

Sekitar 5.000 delegasi partai hadir diantara 50.000 orang yang diperkirakan menghadiri konvensi selama empat hari tersebut, yang akan diakhiri dengan Hillary Clinton menerima nominasi untuk menjadi presiden.(awe).

loading...