Angkasa Pura 2

Senin Pagi, Pemprov DKI Jakarta Mulai Ujicoba Kebijakan “Ganjil-Genap”

KoridorRabu, 27 Juli 2016
Kemacetan Jalan Jakarta

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Senin (27/7/2016) pagi mulai melakukan uji coba pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem pelat nomor ganjil-genap. Sistem ini hanya berlaku bagi kendaraan roda empat di kawasan tertentu.

Kebijakan ini sebagai langkah untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota sementara, sebelum ada transportasi massa yang memadai. Berlakunya sistem ganjil-genap dua nomor belakang kendaraan ini, para pengendara kendaraan pribadi diharapkan dapat beralih ke transportasi umum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, polisi hanya membatasi jumlah mobil di jalan-jalan protokol yang menjadi kawasan 3 in 1 sebelumnya. Mulai Jalan jenderal Sudirman, MH Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat.

“Tidak ada larangan untuk motor. Tidak jadi diberlakukan. Motor boleh saja lewat Sudirman-Thamrin. Yang tidak boleh itu lewat Bundaran HI-Istana Negara,” kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 25 Juli 2016.

Sementara, Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, sistem ganjil-genap mengikuti kalendar nasional. Jika tanggal ganjil maka hanya pelat kendaraan ganjil yang dapat melintas, begitu sebaliknya.

“Bukan berarti kendaraan dengan pelat ganjil tidak boleh beroperasi pada tanggal genap dan sebaliknya. Kendaraan tetap dapat beroperasi, tetapi di luar kawasan dan di luar jam pemberlakuan ganjil genap,” ujar Budiyanto seperti dikutip laman liputan6.com.

Lokasi dan Waktu Pemberlakuan

Budiyanto mengatakan, jalan eks 3 in 1 yang akan diberlakukan untuk ganjil-genap antara lain; Simpang Patung Kuda, Simpang Kebon Sirih, Simpang Sarinah, Bundaran HI, Bundaran Senayan, CSW, Simpang Kuningan, Simpang Kuningan (kaki Mampang) dan Simpang HOS Tjokroaminoto.

Pemberlakuan pun sama ketika 3 in 1 diberlakukan. Pada pagi hari diberlakukan dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Sementara, sore mulai diberlakukan dari pukul 16.00-20.00 WIB.

Polisi juga tidak akan menilang pelanggar sistem ganjil-genap. Petugas hanya akan memberitahukan mengenai pemberlakuan sistem ini dan memberikan blangko teguran tertulis.

Pelanggar akan diberikan blanko merah satu lembar dan akan dikirim ke instansi di mana pelanggar tersebut bekerja, dan satu lembar sebagai arsip.

Sementara, Analis Kebijakan Madya Bidang Pendidikan Masyarakat Korlantas Polri Komisaris Besar Unggul Sedyantoro mengatakan, sambil proses uji coba berjalan, petugas masih melakukan pemantauan fisik bagi setiap kendaraan.

“Sementara berjalan petugas masih melihat fisik. Nanti akan pakai alat, bisa membaca banyak pelat nomor,” kata Unggul baru-baru ini.(helmi/lipt)

loading...
  • candra doni

    semoga dengan adanya uji coba ganjil genap dapat mengurangi kemacetan di jakarta yaaa