Angkasa Pura 2

Pekan Depan, Menhub Budi Karya Akan Panggil Manajemen Grab Dan Uber Taxi

KoridorMinggu, 31 Juli 2016
646x323-enaknya-naik-lamborghini-grabtaxi-gratis-151022d.jpg.cf

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana akan memanggil manajemen atau perwakilan jasa transportasi berbasis online yakni PT Grab Taxi Indonesia dan Uber Taxi. Angkutan berbasis online itu akan diminta untuk melengkapi aturan dan tata tertiba administrasi sehingga tak memicu kecemburuan sosial di masyarakat.

Pemanggilan yang rencananya akan dilakukan pada minggu depan tersebut akan membahas tentang kelengkapan surat-surat pengujian kendaraan bermotor.

“Grab dan Uber minggu depan akan kita panggil,” ujar Budi Karya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Kini, angkutan berbasis online itu makin populer di masyarakat. Tingkat pelayanan dan kenyamanan yang diberikan lebih bagus dengan harga beraing. Implikasinya, sering memicu pertengkaran dengan taksi manual bahkan sempat terjadi bentrokan di beberapa tempat di Kota Jakarta.

Dengan layanan taksi atau ojek berbais online, masyarakat Indonesia tak harus bersusah payah keluar jalan mencari taksi. Mereka cukup pesan kendaraan dari rumah masing-masing melalui fasilitas aplikasi online. Harga yang dipatok juga standar bahkan lebih murah dari taksi atau ojek manual.

Jalankan Bisnis Sesuai Aturan

Budi Karya berharap kedua pihak tersebut bisa memenuhi panggilan Kementerian Perhubungan dan bisa menjalankan bisnis usahanya sesuai dengan aturan-aturan yang telah berlaku.

“Kami harap mereka nurutin apa yang diminta Kementerian Perhubungan,” imbuh Budi Karya seperti dikutip laman kompas.com.

Budi Karya juga mengatakan, meski belum dijelaskan secara mendetail, nantinya kendaraan Grab dan Uber akan diberi tanda agar masyarakat bisa mengetahui kendaraan berbasis aplikasi di jalan raya.

“Grab dan Uber sebetulnya sudah ada di hati tapi belum ada di kepala. Masyarakat dan sudah mencintai aplikasi itu, tetapi ada suatu ketentuan yang harus dipenuhi, dia musti punya lisensi, dan nantinya grab dan uber ditandai,” tegas Budi Karya.(helmi/komp)