Angkasa Pura 2

ALFI Minta Menhub Ikut Berperan Turunkan Biaya Logistik Nasional

Another News DermagaSenin, 1 Agustus 2016
20160608_134214-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia mengharapkan menteri perhubungan Budi Karya Sumadi ikut berperan menurunkan biaya logistik nasional yang saat ini masih tinggi dibanding negara tetangga di kawasan Asean.

Sekum DPD ALFI DKI, Adil Karim Senin (1/8/2016) mengatakan cost logistic nasional masih sangat tinggi sekitar 24 % dari PDB. “Kita masih tertinggal jauh dari Malaysia dan Thailand . Apalagi dengan Singapura biaya logistiknya di bawah 10%.

Masih tingginya cost logistik nasional membuat harga komoditas dalam negeri lebih mahal dari produk impor sehingga komoditas kita tidak mampu bersaing dengan barang produk asing.

Tingginya cost logistik nasional juga dapat dilihat biaya transportasi laut dalam negeri masih lebih mahal dibandingkan dengan biaya ke luar negeri seperti China atau Afrika.

Misalnya , kata Adil, biaya angkut 1 unit kontainer dari Priok ke Jayapura kapal reguler makan waktu 21 sampai 30 hari port to port Rp 15.500.000. kontainer 20 feet. Sementara Priok-Guangzhou Cina hanya USD 400 (Rp 5.400.000) Priok- Lome , Afrika USD 1250 Rp 16.875.000

Dia mengharapkan Menhub yang baru mengupayakan perbaikan sarana/prasarana di Pelabuhan seperti peralatan bongkar muat di terminal dengan produktivitas tinggi supaya kapal tidak berlama lama di pelabuhan.

Selain itu kementerian perdagangan membangun sentra sentra ekonomi di daerah daerah seperti di Indonesia Timur supaya biaya angkut (freight) ke daerah tersebut lebih murah karena ada jaminan muatan bagi kapal dari daerah itu.

Jadi Kementerian perdagangan harus melihat produk unggulan termasuk home industri di masing masaing daerah untuk dijadikan sentra ekonomi di daerah itu. (wilam)

loading...