Angkasa Pura 2

GINSI: Kemacetan Di Priok Dikeluhkan Importir

DermagaSenin, 1 Agustus 2016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) menerima banyak keluhan dari anggota/ importir.

Pasalnya, barang mereka terlambat sampai ke pabrik atau gudang importir akibat macet di Pelabuhan Tanjung Priok setiap akhir pekan, kata Sekjen BPP GINSI Achmad Ridwan Tento, Senin (1/8/2016).

Ridwan mengatakan kemacetan parah yang terus terjadi setiap akhir pekan sangat merugikan pelaku usaha, tambahnya.

GINSI banyak menerima keluhan importir yang terkena biaya tambahan penggunaan kontainer atau (demurage), ujarnya.

Menurut Ridwan, Kementerian Perhubungan, Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok dan Pelindo II harus mencari solusi agar kemacetan di Pelabuhan Priok dapat diatasi.

Kalau gara gara adanya perbedaan tatif antara Terminal 3, MAL, JICT dan TPK Koja, GINSI setuju agar tarif handling petikemas internasional diseragamkan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengakui saat ini, kepadatan di Terminal 3 Tanjung Priok sudah sangat meresahkan dan menggangu kelancaran arus barang.

Tarigan mengingatkan Pelindo II agar memperbaiki fasilitas di Terminal 3 yang saat ini disandari kapal kapal besar. “Kalau fasilitasnya ( gate in, gate out, CY serta alat bongkar muat) tidak memadai stop saja melayani kapal besar”, ujarnya.

Kelancaran arus barang di Priok sangat terganggu pada Sabtu(30/7) disebabkan mampetnya arus keluar masuk di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok .

Ratusan truk pengangkut peti kemas ekspor impor terlihat mengular sehingga menyebabkan kemacetan parah di dalam pelabuhan (wilam)