Angkasa Pura 2

‎BNN – PT KAI Cegah Peredaran Narkoba‎

EmplasemenRabu, 3 Agustus 2016
Kereta anjlok d manggarai

JAKARTA (beritatrans.com) – Melakukan tindakan preventif cegah peredaran narkob di lingkup internal perusahaan dan wilayah kerja, ‎Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro dan Kepala BNN, Budi Waseso melakukan pendandatanganan langsung Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta, Rabu (3/8/2016).
 
“Dengan potensi pergerakan arus penumpang KA 327,13 juta orang per tahun dan arus barang sebesar 29,72 juta ton per tahun, kami bersama BNN berupaya menghambat peredaran dan tindak kejahatan narkotika dengan memanfaatkan sarana dan prasarana milik PT KAI,” jelas Edi.

Edi mengungkapkan, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Sudah banyak korban berjatuhan akibat ketergantungan narkoba, yang sebagian besar di antaranya adalah kalangan generasi muda. 

“Generasi muda yang seharusnya menjadi tumpuan harapan bangsa, malah terjerumus ke dalam hal negatif seperti itu. Oleh karenanya, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba merupakan kewajiban semua pihak. Termasuk PT KAI, sebagai salah satu BUMN,” urai Edi.

Penandatatangan MoU ini menuru Edi, sebagai salah satu bentuk upaya bersama dalam Pencegah dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia dan meningkatkan peran serta KAI sebagai penggiat anti Narkoba. 

Poin lainnya yang masuk dalam lingkup MoU ini adalah pelaksanaan tes uji narkoba di lingkungan KAI. Upaya untuk ikut serta memberantas penyalahgunaan narkoba sebenarnya telah dilakukan KAI sejak beberapa tahun belakangan ini. 

“Kami giat melakukan uji narkoba di lingkungan internal perusahaan untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan PT KAI,” imbuh Edi. (omy)