Angkasa Pura 2

Ditunggu Sampai 1 Oktober, Armada Grab Car dan Uber Taxi Harus Lulus Uji KIR

KoridorRabu, 3 Agustus 2016
GrabCar-01-640x420_c_edit

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih akan menunggu perbaikan Uber Taxi dan Grab hingga 1 Oktober 2016. Pemerintah ingin bisnis angkutan berbasis online itu tetap eksis, tapi mereka juga harus memenuhi syarat sebagai angkutan umum di Tanah Air.

“Tanggal tersebut merupakan batas waktu yang diberikan pemerintah kepada Uber Taxi dan Grab Car memenuhi semua persyaratan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo di Jakarta, kemarin.

Sampai batas waktu tersebut, lanjut dia, seluruh armada Grab Car dan Uber Taxi harus sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang diatur dalam UU. “Semua armada angkutan berbasis online itu salah satunya harus lolos uji KIR serta syarat-syarat sebagai angkutan umum lainnya,” jelas Hemi.

Dia menambahkan, sejauh ini masih banyak kendaraan Uber Taxi dan Grab Car yang gagal uji KIR. “Posisi terakhir, data Dirjen Perhubungan Darat, kami dapatkan dari 1.450 kendaraan (Uber dan Grab) yang di KIR, yang lolos 1.200 kendaraan,” jelas Hemi.

Menurutnya, sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi yakni pengendaranya menggunakan SIM umum, berbadan hukum, STNK harus atas nama perusahaan atau koperasi, dan terakhir kendaraannya harus lolos uji KIR.

“Yang pasti Peraturan Menteri 32 Tahun 2016 (Tentang Penyelenggaraaan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek) masih berlaku dan belum ada pelonggaran,” tandas Hemi.(helmi/hms)

loading...