Angkasa Pura 2

Hati-Hati, Ada Upaya Serius Alihkan Aset Pertamina Ke Investor Swasta Asing

Ekonomi & Bisnis EnergiKamis, 4 Agustus 2016

JAKARTA (Beritatrans.com) – Informasi terbaru, Kementrian BUMN hendak memindahkan Pertamina Gertamina Geothermal Energy (PGE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kepada perusahaan Listrik Negara (PLN).

Proses ini dilakukan melalui Memorandum Of Understanding (MOU)kedua BUMN tersebut. Nantinya PGE tidak lagi di bawah manajemen Pertamina namun diambil alih PLN.

“Tujuan dari MOU tersebut adalah untuk mendukung mega proyek ambisius listrik 35 ribu megawatt. Jika informasi ini benar, ada dugaan merugikan keuangan negara khususnya BUMN Pertamina,” kata Koordinator Pusat kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno Salamuddin Daeng di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Untuk kesekian kalinya, lanjut dia, asset Pertamina terancam diambil alih oleh perusahaan lain atas nama sesama BUMN. Sebelumnya Pertamina Gas (Pertagas) rencana akan diambil alih Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Sementara PGN sendiri adalah sebuah BUMN dengan kepemilikan swasta mencapai 43% dan dengan utang sedikitnya 2,71 miliar dolar (2015) atau 46% dari total aset,” jelas Daeng.

Langkah penjarahan asset Pertamina ini untuk sementara berhasil digagalkan.

Daeng menyebutkan, sedikitnya ada tiga alasan mengapa pengambilalihan PGE oleh PLN harus ditolak :

Pertama, Pengambilalihan Pertamina PGE oleh PLN merupakan upaya untuk menyingkirkan pertamina dari Industri energy dan sekaligus melemahkan Pertamina dalam persaingan dengan perusahaan energy lainnya.

“Sebagaimana diketahui bahwa Energy Geotermal merupakan energy masa depan yang menjadi sasaran incaran investor swasta baik nasional maupun asing,” sebut Daeng saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Kamis.

“Perusahaan perusahaan asing yang saat ini menjadi pesaing Pertamina di sektor energy seperti Chevron, Exxon dan perusahaan swasta lainnya berlomba lomba melakukan investasi dan menguasai cadangan geothermal Indonesia dalam rangka mengincar bisnis ketenagalistrikan,” papar Daeng.

Kedua, Asset Pertamina PGE akan menjadi bancakan swasta dalam dengan menggunakan tangan PLN.  “Proyek pengadaaan listrik 35 ribu megawatt merupakan proyek penjarahan keuangan negara dan pajak rakyat oleh para cukong, taipan dengan menggunakan tangan pemerintahan yang berkuasa dan memperalat BUMN PLN,” kilah Daeng.

Menurutnya, proyek 35 ribu megawatt bertumpu pada penguasaan sektor swasta terhadap pembangkit listrik melalui strategi Independent Power Producer (PPP) atau dikenal dengan pembangkit listrik swasta. Cepat atau lambat asset yang berasal dari Pertamina PGE akan berpindah ke tangan swasta.

Ketiga, pengambilalihan asset Pertamina PGE oleh PLN akan menjadi alat bagi PLN dalam menumpuk utang baru dalam rangka menambal utang lama. “PLN selama ini telah dijadikan sandaran oleh pemerintah yang berkuasa untuk menumpuk utang,” terang Daeng.

“Asset PLN telah digelembungkan untuk menumpuk utang. Bayangkan tahun 2014 Asset PLN senilai Rp539 triliun tiba tiba meningkat menjadi menjadi  Rp1.227 trilun. Angka yang sulit diterima akal sehat,” tegas Daeng.(helmi)

loading...