Angkasa Pura 2

Bosowa Kelola Pelabuhan Tanjung Buton

DermagaJumat, 5 Agustus 2016
44471512548-7083_pelabuhan-di-riau-perlu-belajar-dari-tanjung-perak

SIAK (BeritaTrans.com) – PT Bosowa Corporindo ditunjuk sebagai pengelola kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten itu.

Penanggungjawab Project PT Bosowa Corporindo Riau dan Kepulauan Riau, Salman Dindia Anwar, mengatakan, mereka telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Usaha Milik Daerah Siak, PT Bumi Siak Pusako Zapin disaksikan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachmn dan Bupati Siak Syamsuar.

“Bosowa mengelola tiga bidang di KITB, antara lain pengelolaan pelabuhan Industri Tanjung Buton, industri hilirisasi migas dan CPO dan mengembangkan industri packing semen,” katanya, beberapa waktu lalu.

Salman menjelaskan, Bosowa siap membantu perusahaan daerah untuk mengembangkan kawasan tersebut. Kawasan ini ditargetkan beroperasi pada tahun ini.

Namun, perusahaan milik M. Aksa Mahmud itu belum bisa merincikan berapa total dana yang akan diinvestasikan karena perusahaan daerah masih menghitung dan mendata apa-apa saja fasilitas pendukung di kawasan tersebut.

Ia menilai lokasi pelabuhan industri Tanjung Buton lebih strategis dibandingkan industri pelabuhan Dumai. Letak pelabuhan Industri Tanjung Buton lebih dekat dengan perairan internasional dan dinilai lebih aman secara topografis.

Pelabuhan Tanjung Buton dapat menampung CPO dari Pelabuhan Dumai yang telah melebihi kapasitas (overcapacity) setiap tahunnya. “Kami mendapatkan data bahwa Pelabuhan Dumai mengalami overcapacity mencapai 2,6 juta ton per tahun,” katanya seperti dikutip riauonline.

Selain itu, Bosowa tengah menunggu izin prinisip dari pemerintah untuk membangun pabrik packing semen yang disuplay dari Batam, Kepulauan Riau. Pabrik tersebut mampu menampung 60.000 ton semen setiap bulannya. Salman mengatakan pihaknya telah menghitung total dana yang diinvestasikan mencapai Rp150 miliar.

Selanjutnya Bosowa akan membangun pabrik hilirisasi minyak bumi dan gas dan CPO yang diharapkan dapat menstabilkan harga komoditi sawit dan migas di Riau. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan KITB. (ani).