Angkasa Pura 2

Dirjen Erani: Jangan Menjadi Bubble BUMDes Bisa Garap Bisnis Sumber Daya Alam

Another News Ekonomi & BisnisSabtu, 6 Agustus 2016
Ahmad-erani-yustika

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kehadiran BUMDesa di seluruh peloksok Tanah Air memang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, jangan sampai menjadi ‘BUMDesa Bubble’.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa PDTT, Ahmad Erani Yustika pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Subdit Pengembangan Usaha BUMDesa di ruang rapat besar Direktorat PUED, Ditjen PPMD, Jumat (5/8/2016).

Menurut Dirjen Erani, jika BUMDesa hanya menggarap usaha-usaha yang sudah digarap masyarakat desa, maka BUMDesa hanya menjadi predator terhadap usaha yang sudah berjalan di tengah-tengah masyarakat itu.

“Ini menjadi persaingan usaha yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ujar Dirjen Erani dalam siaran pers yang diterima Beritatrans.com.

Erani mencontohkan, ada BUMDesa yang melakukan usaha penyewaan tenda hajatan. Padahal usaha seperti itu sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Pada akhirnya, usaha masyarakat akan mati dan BUMDesa akan menjadi musuh masyarakat.

“Seharusnya BUMDesa memasuki lima sektor usaha, yakni pengelolaan sumber daya alam, produksi hulu, distribusi, jasa keuangan, dan sektor pelayanan publik,” pinta Erani.

Dia menjelaskan, sangat banyak sektor sumber daya alam yang bisa digarap oleh BUMDesa, misalnya kawasan wisata. “BUMDesa bisa masuk ke situ, menjadi pengelola kawasan wisata yang ada di daerahnya,” katanya.

Begitu juga dengan sektor produksi hulu. BUMDesa bisa mengolah hasil-hasil pertanian, perkebunan, maupun peternakan menjadi produksi olahan.

Misalnya, hasil pertanian kopi. Selama ini, masih banyak petani yang hanya menjual biji kopi. Padahal, jika kopi itu diolah menjadi bubuk kopi yang dikemas dengan baik, maka hasilnya akan jauh lebih menguntungkan.

“BUMDesa juga bisa mengelola kedai kopi yang representatif, seperti halnya cafe-cafe. Kenapa tidak, BUMDesa bisa saja membuka gerai kopi sekelas Starbucks di tempat-tempat strategis, seperti di terminal, stasion, mal, dan lain-lain,” tandas Erani.(helmi)

loading...