Angkasa Pura 2

Djoko: Masyarakat Butuh Angkutan Umum Yang Baik Dan Terintegrasi

KoridorSabtu, 6 Agustus 2016
Djoko smg

JAKARTA (Beritatrans.com) – Penataan angkutan umum di Tanah Air harus dilanjutkan, baik di tingkat pusat atau daerah. Angkutan umum darat di Indonesia masih memprihatinkan.

“Sementara masyarakat sangat membutuhkan angkutan umum yang baik, terintegrasi dan harga terjangkau,” kaya pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Saat ini, banyak daerah termasuk di ibukota provinsi yang tidak mwmpunyai angkutan umum yang baik dan representatif.

“Akhirnya masyarakat menggunakan jasa ojek sepeda motor. Bagi yang kaya naik taksi atau carter yang nota bene lebih mahal harganya,” kata Djoko.

Pemerintah termasuk pemerintah daerah bisa memanfaatkan program pengadaan bus gratis Kementerian Perhubungan sebanyak 3.000 unit sampai 2019 mendatang.

“Pemda di Indonesia bisa mengembangkan bus rapit transit (BRT) dengan modal awal dari bus-bus bantuan Pemerintah Pusat atau Kementerian Perhubungan itu,” jelas Djoko.

Pemerintahan Jokowi-JK mengembangna program BRT di seluruh Indonesia, dengan membangun 3.000 bus berbagai ukuran itu. Setipa daerah rata-rata mendapat bagian hampir 100 unit bus.

“Bus tersebut bisa dioperasikan dan dikembangkan di daerah masing-masing. Selanjutnya bersama pemangku kepentingan termasuk swasta membangun angkutan umum di daerahnya,” tukas Djoko.

Dia menambahkan, membangun angkutan umum di Indonesia jauh lebih baik sekaligus ikut mendorong masuknya investor ke Indonesia.

“Dengan transportasi umum yang baik, akan meningkatkan posisi tawar Indonesia sekaligus menekan biaya logistik di Tanah Air,” tegas Djoko.(helmi)

loading...