Angkasa Pura 2

Jalan & Jembatan Menuju Bandara Baru Ahmad Yani Sudah Kelar

BandaraSabtu, 6 Agustus 2016
images (16)

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang telah memasuki tahun kedua. Hingga sekarang pengerjaan paket dua sudah rampung akhir Juli lalu dan paket satu sudah mencapai 61 persen. Dari pantauan, proyek paket satu yang merupakan pembangunan lahan dan jalan akses menuju bandara baru terus berlangsung.

Jalan masuk yang dibangun Pemerintah Kota Semarang mulai dari jembatan dekat Rumah Makan Tanjung Laut Puri Anjasmoro sudah rampung. Begitupun jalan akses yang juga dibangun PT Angkasa Pura I dari persimpangan menuju bakal terminal penumpang juga telah selesai.

Untuk menyelesaikan paket satu itu, sejumlah pekerja dengan alat-alat berat tengah melakukan pematangan lahan untuk area parkir.

”Lahan pengembangan bandara baru seluas 88 hektare tersebut merupakan tanah bekas rawa yang memiliki kandungan air cukup tinggi. Maka agar landasannya kuat, pelaksana proyek membangun dengan menerapkan konstruksi pebricated vertical drain (PVD),” ungkap Pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, Indah Preastuty saat ditemui suaramerdeka di area proyek, kemarin.

Caranya, lanjut dia, lahan yang ada sekarang dipasangi pipa kapiler berjenis pipih dan dipancang sedalam 20 meter. Lalu, di atas area itu diberi pasir agar air dari bawah bisa naik. Upaya ini, agar tanah menjadi stabil, padat, dan berpondasi kuat, sehingga bisa dibangun jalan.

“Pengerjaan paket satu memang butuh waktu lebih lama, karena terkadang cuaca menjadi kendala. Saat hujan kami tidak bisa bekerja karena jalan berlumpur. Kami menargetkan paket satu ini segera selesai paling lambat akhir Desember tahun ini,” tuturnya didampingi Sekretaris Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani, Agung Wirama.

Sementara, pengerjaan untuk paket dua sudah rampung akhir Juli lalu. Adapun, paket tersebut meliputi pembangunan apron atau parkir pesawat dan exit taxi way seluas 72.522 meter persegi. Perlu diketahui, area parkir pesawat pada bandara baru ini lebih luas dibandingkan yang sekarang. Indah menuturkan, apron di bandara sekarang hanya seluas 29.032 meter persegi.

Dengan luas tersebut hanya mampu menampung lima pesawat jenis narrow body (Boeing 737) dan tiga pesawat jenis propeler (ATR 72-600). Namun, dengan apron di bandara baru paling tidak 13 pesawat narrow body atau 10 pesawat narrow body dan 2 wide body dapat diparkir di sana.

Selanjutnya, tim pelaksana proyek pengembangan bandara akan masuk pada penggarapan paket tiga, yaitu pembangunan terminal penumpang dan fasilitas kelengkapannya seperti area komersial, pos imigrasi, bea cukai, dan karantina.

Kemudian dilanjut pengerjaan paket empat, seperti bangunan penunjang, gedung kantor manajemen, dan sebagainya dengan menggunakan lahan milik pemerintah provinsi. Sesuai target, pengembangan bandara baru yang akan selesai awal tahun 2018. (via).

loading...