Angkasa Pura 2

Sebut Nama Allah, Pasangan Muslim AS Diusir Dari Pesawat Delta Air Lines Di Paris

KokpitSabtu, 6 Agustus 2016
faisal-dan-naiza-ali_20160805_122452

PARIS (BeritaTrans.com) – Penumpang Muslim kembali menjadi sasaran pengusiran dari pesawat maskapai Amerika Serikat karena sebab yang tidak jelas. Kali ini, pengusiran dialami oleh pasangan Muslim asal Ohio yang akan pulang dari liburan di Paris, Perancis.

Seperti diberitakan The Independent dan tribunnews, Jumat (5/8/2016), Faisal Ali dan Nazia Ali telah berada di dalam pesawat Delta Air Lines selama 45 menit, menunggu tinggal landas, saat mereka diperintahkan keluar dari pesawat.

Di luar pesawat, polisi Perancis telah menanti. Kedua pasangan itu mengaku ketakutan. “Saya takut, beberapa pria mengambil foto paspor kami dengan ponsel mereka,” kata Nazia.

Dalam interogasi, polisi menanyakan kegiatan pasangan suami istri itu selama berada di Paris. Mereka kemudian mengatakan sedang berlibur untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan ke-10.

Polisi itu kemudian membebaskan pasutri ini karena merasa puas dengan jawaban mereka dan tak menemukan hal yang mencurigakan.

Pegawai Delta Airlines kemudian menjelaskan, keduanya dikeluarkan dari pesawat karena permintaan pilot setelah salah satu kru merasa tak nyaman dengan keberadaan mereka.

Kru itu juga menyebut Faisal Ali menyembunyikan telepon genggamnya saat para kru melintas. Para kru juga mengaku melihat Faisal sangat berkeringat dan menyebut beberapa kata dalam bahasa Arab.

Hal yang sebenarnya terjadi adalah Faisal sedang mengirim SMS kepada ibunya dan memberi tahu bahwa mereka sudah berada di pesawat dan minta dijemput di bandara Cincinnati.

“Waktu itu saya hanya ingin berada di dalam pesawat. Saya tak peduli lagi dengan privasi saya, dan saya akan biarkan kapten pilot melihat isi telepon saya sehingga dia yakin kami sedang mengabari orangtua kami,” ujar Nazia.

Faisal mengatakan, mereka berkeringat karena sirkulasi udara di dalam kabin tak terlalu bagus dan pesawat itu sudah berada di terminal selama 45 menit.

“Kami langsung menuju terminal keberangkatan dan kami langsung diberi tiket pulang dengan penerbangan berikutnya. Jadi sebenarnya mereka tahu kami tak melakukan apa pun,” ujar Nazia.

Pasangan yang memiliki tiga anak balita itu juga mendapatkan penginapan dari pihak maskapai untuk menunggu penerbangan baru keesokan harinya.

“Saya sudah katakan kepada anak bungsu saya bahwa dia akan bertemu lagi dengan saya dalam waktu sembilan jam, dan itu tak terjadi,” keluh Nazia.

Masalah ternyata tak berhenti di situ. Saat tiba di bandara, keduanya harus kembali menjalani pemeriksaan dari agen Bea Cukai AS.

“Anda tak melakukan kesalahan apa pun, Pak. Sayangnya, beginilah aturan saat ini. Pernyataan Delta melawan pernyataan Anda,” ujar sang petugas saat Faisal menanyakan kesalahan mereka.

Pasangan ini akhirnya berhasil naik ke dalam pesawat dan Naiza mengatakan bahwa dia masih merasa ketakutan.

“Kami kini paham bahwa hanya karena kami sudah berada di dalam pesawat bukan berarti kami tak bisa diusir dari pesawat, kecuali pesawat sudah terbang,” tambah Naiza.

Sementara itu, Dewan Hubungan Amerika dan Islam (CAIR) sudah mengajukan keluhan kepada Delta Airlines dan mengatakan maskapai itu sudah melakukan diskriminasi.

“Maskapai salah menilai sikap mereka yang normal menjadi sesuatu yang mengerikan. Sangat jelas bahwa pasangan Ali dikeluarkan dari pesawat karena mereka nama dan wajah mereka identik dengan Muslim,” ujar kuasa hukum CAIR, Sana Hassan.

Adapun pihak manajemen Delta Airlines hanya menanggapi masalah ini dengan sederet kalimat normatif.

“Delta mengecam diskriminasi dengan alasan usia, ras, kebangsaan, agama, orientasi seks atau jender terhadap pelanggan kami. Sebagai maskapai global, Delta berkomitmen untuk melayani semua pelanggan dengan penuh hormat,” ujar seorang juru bicara Delta Airlines.

“Delta akan melanjutkan investigasi terkait masalah ini dan akan memberikan kompensasi penuh kepada pelanggan yang merasa dirugikan,” tambah dia. (anky).

loading...