Angkasa Pura 2

API Nilai Energi Panas Bumi Sulit Berkembang Karena Energi Fosil Masih Murah

EnergiSelasa, 9 Agustus 2016
Jaringan_Listrik

JAKARTA (beritatrans.com) – Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) memandang, energi dari Pembangkit listrik Tenaga Panas Bumi sulit berkembang karena energi fosil masih murah dan menjadi andalan untuk kebutuhan masyarakat.

”Panas Bumi sulit dikembangkan karena nggak bersaing dengan energi fosil. Bayangkan saja minyak masih disubsidi oleh pemerintah dan harganya masih murah,” kata Ketua API, Abadi Purnomo di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Saat ini saja menurut Abadi, pembangkit listrik dari Panas Bumi baru sebesar 50 ribu Mega Watt (MW), sedangkan pertumbuhan listrik sudah lebih dari 9%. Berarti harus membangun Pembangkit listrik dari Panas Bumi lagi sebesar 85 ribu MW sampai tahun 2025.

Disamping itu kata Abadi, saat ini saja harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar US5-US6 sen dolar per kwh, sedangkan harga listrik dari PLT Panas Bumi sudah sebesar US10 sen dolar per kwh.

“Jadi susah lagi karena kalah bersaing dengan banyaknya Pembangkit Listrik dari batubara yang US6 sen dolar per kwh. Sedangkan dari Panas bumi US10 sen dolar per kwh. Dan PLN hanya punya kemampuan maksimal US9 sen dolarper kwh,” pungkasnya. (albi)

loading...