Angkasa Pura 2

Edi Sukmoro: Kereta Bandara Soetta Kelar Semester I 2017

Bandara EmplasemenRabu, 10 Agustus 2016
rute ka bandara

rute-kereta-bandara-soekarno-hatta

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan penyelesaian kereta bandara Soekarno-Hatta selesai pada semester I tahun depan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengungkapkan proses pembangunan proyek ini masih terus berjalan, termasuk pembebasan lahan.

“Sedang dalam proses. Putusan final sudah ada untuk tanah sengketa, diharapkan bisa berlanjut karena KAI dikabulkan,” ujarnya seperti dikutip bisnis, Selasa (9/8/2016).

Adapun, perkara pembebasan lahan ini melibatkan beberapa bidang tanah milik warga di sekitar Porisplawad, Batu Ceper, Tangerang. Di luar lahan yang bersengketa, PT KAI telah membebaskan lahan sekitar 68%.

KRL Bandara ini akan beroperasi dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian.

Berdasarkan catatan Bisnis, total jarak yang dilintasi adalah sepanjang 36,3 km yang terdiri dari 24,2 km jalur eksisting dan 12,1 km jalur baru yang terkendala lahan.

Sementara itu, Plt Dirut PT Angkasa Pura (AP) II mengungkapkan pihaknya menargetkan kereta bandara selesai pada Maret 2017, bersamaan dengan automated people mover yang akan membantu penumpang dalam perpindahan terminal. “Kita targetkan seperti itu bersamaan dengan people mover-nya,” ujarnya, minggu lalu (5/8).

Stasiun kereta ini juga terkoneksi langsung dengan stasiun pemberhentian automated people mover system (APMS) Bandara Soekarno-Hatta.

APMS menggunakan jenis kereta automated guided transport (AGT) denga tipe side guided. Salah satu jenis LRT ini akan beroperasi dengan 3 trainset dengan konfigurasi masing-masing 2 cars berkapasitas 2.100 penumpang per jam per arah (pphpd).

Dengan demikian, dia mengungkapkan penumpang yang tiba dengan kereta dapat langsung naik AGT ini yang datang tiap empat sampai lima menit sekali.

Sistem ini akan menggunakan teknologi sistem sinyal modern tanpa awak atau communication based train control (CBTC Driverless) dengan panjang lintasan 2,98 km untuk melayani terminal di Bandara Soekarno Hatta dengan operasi landside.

Adapun, proyek APMS di Bandara Soekarno-Hatta memiliki nilai kontraknya sekitar Rp531 miliar dan proyek ini akan menjadi pilot project untuk penerapan APMS di bandara-bandara lainnya di Indonesia untuk memudahkan perpindahan penumpang antar-terminal. (della).

loading...