Angkasa Pura 2

15 Pintu Ilegal Di Perlintasan KA Kabupaten Bekasi Akan Ditutup

EmplasemenKamis, 11 Agustus 2016
perlintasan-ilegal

KABUPATEN BEKASI (BeritaTrans.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi berencana menutup belasan perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu. Penutupan perlintasan kereta api ilegal itu sudah melalui persetujuan Dirjen Perkeretaapian.

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Suhup, mengakui perlintasan kereta api tanpa palang pintu rawan kecelakaan. Karena sepanjang jalur kereta api di Kabupaten Bekasi berdekatan dengan pemukiman.

“Makanya perlu ditutup, dan saya sudah konsultasikan kepada Dirjen Perkeretaapian dan meminta untuk secepatnya ditutup,” katanya.

Sebelumnya, satu keluarga tewas tertabrak kereta api di Kampung Selang Cironggeng Barat RT 01/02, Desa Wanajaya, Cibitung, Minggu (7/8). Satu keluarga itu adalah Suhali (55), Sri Murni (45), dan seorang anak perempuan berusia enam tahun. Mereka tercatat sebagai warga Bendunganjago RT 01/06, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Peristiwa kecelakaan akibat tidak adanya palang pintu di perlintasan kereta api sebenarnya seringkali terjadi di Kabupaten Bekasi. Kebanyakan korban yang tertabrak kereta api tewas di lokasi kejadian.

Meski demikian, pemerintah daerah belum mengambil tindakan seperti menutup perlintasan kereta api ilegal.

Menurut Suhup, perlintasan kereta api seharusnya steril dari aktivitas warga dan pemukiman. Ia sudah mengajukan ke Dirjen Perkeretaapian untuk memagar pemukiman yang berada dekat perlintasan kereta api.

“Seperti di jalan tol itu kan antara jalan dengan pemukiman ada pembatasnya makanya di perlintasan kereta api juga perlu ditutup,” katanya.

Menurut Suhup, banyaknya perlintasan kereta api ilegal di Kabupaten Bekasi disebabkan karena jalan antar kecamatan dan underpass yang belum selesai dikerjakan. Jika underpass sudah selesai dikerjakan, kata dia, kecelakaan di perlintasan kereta api bisa diminimalisir.

“Jadi memang banyaknya perlintasan palang pintu baru itu karena underpass-nya belum jadi, misal di Tambun Selatan banyak orang cari ‘jalan tikus’ supaya cepat dan kebanyakan memang melintasi jalur kereta api,” ungkapnya.

Sebanyak 15 perlintasan kereta api ilegal di Kabupaten Bekasi tanpa dilengkapi palang pintu. Perlintasan itu hanya dikelola secara swadaya oleh warga setempat. Tak ayal, perlintasan kereta api itu seringkali memakan korban jiwa.

Perlintasan tidak berpalang pintu berada di sepanjang 30 kilometer jalur kereta api di Kabupaten Bekasi. Jalur tersebut mulai dari Kecamatan Tambun Selatan hingga Kedungwaringin.

Sebanyak 15 titik perlintasan kereta api sebenarnya bukan merupakan perlintasan. Namun semakin banyaknya pemukiman di sekitar rel kereta membuat masyarakat sekitar membuka pembatas rel hingga menjadikannya perlintasan. (ani/sumber: pojoksatu).

loading...