Angkasa Pura 2

Diguncang Turbulensi Dahsyat, JetBlue Mendarat Darurat, 24 Penumpang & Awak Terluka

KokpitSabtu, 13 Agustus 2016
images (2)

images (3)

SOUTH DAKOTA (BeritaTrans.com) -Sebanyak 22 penumpang dan dua awak dibawa ke rumah sakit untuk dievakuasi setelah pesawat terbang JetBlue mengalami turbulensi kencang pada Kamis malam waktu setempat, kata juru bicara untuk maskapai.

Pesawat JetBlue dengan nomor penerbangan 429 seyogyanya menuju ke Boston Sacramento, tetapi harus mendarat darurat ke Rapid City, South Dakota, sekitar pukul 6:30 (8:30 pm ET), juru bicara Katherine McMillan mengatakan pada pers.

Penumpang Jetblue bernama Derek Lindahl memberi kesaksian ketika turbulensi terjadi, ada seorang penumpang wanita yang duduk di depannya terlontar ke udara didalam kabin karena dia tidak mengenakan sabuk pengaman.

“Aku berusaha meraih tubuhnya dari udara untuk menahan dirinya tetap berada di kursi,” kata Lindahl, seorang insinyur perangkat lunak dari Sacramento.

Lynam menggambarkan bagaimana penumpang yang terangkat dari kursi mereka, dengan beberapa darinya terlontar ke langit-langit dan menubruk kompartemen seperti pesawat jatuh dengan keras.

“Orang-orang terlempar selayaknya boneka,” katanya. “Semua orang menangis dan berteriak. Pesawat itu seperti bencana.”

Rhonda Renee, penumpang lainnya mengatakan turbulensi penerbangan Jetblue terasa seperti mimpi buruk.

“Orang-orang terlontar dan terbang dari sabuk pengaman mereka dan kepalanya terbentur di langit-langit kabin, itu sangat menakutkan,”kata Renee.

Eileen Lynch seorang penumpang dan perawat ruang gawat darurat yang membantu orang-orang yang terluka dipesawat, menggambarkan pengalaman turbulensi pesawat seperti duduk di “Menara teror,” yang biasa ditemukan diwahanab taman hiburan Disney.

“Itu seperti jatuh tetapi tanpa peringatan,” Lynch mengatakan kepada CNN di Sacramento.

Peristiwa Turbulensi Pesawat JetBlue diyakini disebabkan oleh cuaca yang menciptakan kondisi terbang bergelombang.

Rute Pesawat memasuki garis badai di tengah tengah jalur Dakota selatan, menurut analisis jalur penerbangan Meteorologi Monica Garret dan Chad Myers.

Setelah berhasil melewati badai pertama, pesawat jetblue disambut badai kedua, sang pilot telah berusaha terbang disekitarnya namun Turbulensi keras tidak bisa dihindari, kemungkinan disebabkan oleh salah satu dari dua badai tersebut.

“Sebelumnya turbulensi beberapa kali tidak dapat terdeteksi radar, ini tidak seperti biasanya,” kata Brandon Miller, “Turbulensi ini disebabkan oleh meningkatnya perubahan cepat udara bersamaan munculnya Petir.”

“Anda bisa melihat petir dengan jelas, baik dari kokpit dan radar,” tambah Miller. “Pilot tahu akan ada turbulensi karena disekitar jalur terbang terlihat badai disekelilingnya, Meskipun pilot sudah berusaha menghindari tetapi dalam situasi seperti itu turbulensi tetap akan terjadi.”

Lindahl memuji awak pesawat dan kru tanggap darurat yang berada dilandasan udara Rapid City. “Meskipun banyak awak penumpang pesawat terluka, sejauh yang saya tahu, mereka semua mendapat pertolongan cepat dan tidak panik,” katanya.(ani).