Angkasa Pura 2

Menilik Kebijakan Ganjil-Genap Di Kota Beijing China

KoridorMinggu, 14 Agustus 2016
Djoko setijo

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah Kota Beijing China telah menerapkan sistem ganjil genap untuk membatasi gerak kendaraan pribadi. Caranya yang dilarang angka akhir dari plat kendaraan. Tapi kebijakan itu ebih longgar dibandingkan Jakarta dan sanksinya berat.

Pada hari Senin yang dilarang plat nomor berangka 1 & 6, Selasa 2 & 7, Rabu 3 & 8, Kamis 4 & 9, Jumat 5 & 0,” kata pakar transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta, Minggu (14/8/2016).

Menurutnya, angka terakhir tersebut hanya berlaku tiga bulan sekali. Kemudian bergeser untuk hari Selasa 1 & 5 dan seterusnya, sehingga dengan cara ini sulit untuk memiliki plat kendaraan ganda alias pemalsuan.

“Hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional tidak berlaku sistem ini. Semua kendaraan boleh melintas,” jelas Djoko lagi.

Bila ada yang melanggar, lanjut dia, sanksinya cukup berat. Bisa dicabut ijin memiliki kendaraan pribadi. Dengan sanksi yang berat ini, membuat warga Beijing ekstra hati-hati untuk melanggar aturan ganjil-genap tersebut.

“Sementara untuk mendapat kendaraan baru melalui sistem undian dari nomor kartu tanda penduduk (KTP). Dan kuota untuk mobil baru sangat terbatas,” jelas Djoko.

Kendaraan Umum

Tapi sebaliknya, ada kemudahan menggunakan transportasi umum di Beijing China. Jadi, warga Beijing tetap ada alternatif untuk bepergian dan tidak menganggu aktifitas mereka. “Transportasi umum tersedia mulai jam 06.00 hingga jam 22.00,” sebut Djoko.

“Semua kawasan pemukiman pasti dilayani akses transportasi umum. Warga tidak sulit mendapatkan transportasi umum,” terang Djoko.

Naik angkutan umum bus cuku 1 Yuan setara Rp2.000. Menggunakan kereta api (KA) sebelumnya cukup bayar 2 Yuan (namun sejak 1 Januari 2016 dinaikkan menjadi 3 Yuan (Rp 6.000).

Pelajar dan mahasiswa cukup membayar 40% dari tarif yang dikenakan bus (0,4 Yuan setara Rp 800) dan kereta (1,2 Yuan setara Rp 2.400).

Sementara, gaji terendah di Beijing 4.000 Yuan yang berarti setara Rp 8 juta. “Sebaliknya, harga seliter bensin/ premium 6 Yuan (Rp 12.000). Tarif parkir 1 jam senilai 5 Yuan (Rp 10 ribu). Gratis jika parkir sepeda atau sepeda listrik di sekitar kawasan stasiun kereta,” tegas Djoko.(helmi)