Angkasa Pura 2

YLKI: Harus Diperbaiki, Banyak Pengaduan Masyarakat Pada Angkutan Berbasis Online

KoridorMinggu, 14 Agustus 2016
Grab Car ajee

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pengaduan-pengaduan konsumen terkait pelayanan angkutan berbasis apilkasi online yang diterima Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) masih cukup tinggi. Data tersebut mengindikasikan bahwa pelayanan angkutan sewa berbasis aplikasi belum cukup memuaskan dan harus ditingkatkan lagi.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi memaparkan, keluhan-keluhan konsumen ini dibagi jadi tiga bagian yakni, pengaduan pra perjalanan, pengaduan selama perjalanan, dan pengaduan pasca-perjalanan.

“Untuk pengaduan pra perjalan, konsumen sering mengeluhkan lambatnya supir angkutan sewa berbasis aplikasi untuk menuju lokasi konsumen,” kata Tulus saat dikonfirmasi Beritatrans.com di Jakarta, Minggu (14/8/2016).

Kemudian, lanjut dia, para supir juga sering melakukan pembatalan secara sepihak, padahal konsumen sudah memesan.
“Pengaduan selama perjalanan, konsumen sering keluhkah supir bepakaian seenaknya, supir bau asap rokok dan minyak menyengat serta supir sama sekali tidak tahu arah dan alamat tujuan konsumen,” jelas Tulus lagi.

Selain itu, selama perjalanan konsumen sering mengadu kondisi mobil yang digunakan sangat berantakan dan penuh dengan barang pribadi milik supir sehingga menggangu kenyamanan konsumen selama perjalanan.

Adapun untuk pengaduan pasca-perjalanan yang sering dikeluhkan konsumen adalah sulit untuk lakukan klaim karena tidak ada mekanisme penanganan keluhan konsumen.

Jadi, tidak ada jaminan kepada konsumen jika ada barang tertinggal dalam angkutan sewa berbasis aplikasi yang dinaiki. “Tarif angkutan sewa berbasis aplikasi juga sangat fluktuatif, kadang murah, kadang mahal dan juga ada tarif berbeda saat rush hour,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Tulus mendesak kepada semua pemangku kepentingan angkutan sewa berbasis aplikasi untuk bisa memperbaiki pelayanan-pelayanan kepada konsumen.

Oleh karena itu, YLKI mendesak Pemerntah segera membuat kebijakan terkait angkutan berbassis online. Antara lain harus adanya standar pelayanan, adanya standar tarif, dan harus ada mekanisme penanganan keluhan konsumen.

“Kebijakan itu diharuskan, agar para konsumen merasa nyaman dan adil saat menggunakan jasa angkutan sewa berbasis aplikasi,” tegas Tulus.(helmi)

loading...