Angkasa Pura 2

2 Kapal Di Lintas Bawean-Gresik Rusak

DermagaSenin, 15 Agustus 2016
kapal

GRESIK (BeritaTrans.com) – Kapal penumpang Ekspress Bahari 8C harus rela melayani penyeberangan ke Pulau Bawean secara pulang pergi (PP) sebab kapal penyeberangan yang lain rusak dan mangrak di Pelabuhan Gresik.

Pelayanan kapal penumpang Ekspress Bahari 8C tersebut untuk mengurangi penumpukan penumpang di wilayah Gresik dan Pulau Bawean.

“Mulai awal Agustus ini Sabtu dan Minggu Ekspress Bahari diminta untuk PP. Dikhawatirkan terjadi penumpukan penumpang sehingga diminta berlayar PP,” kata Wahyu Utomo, bagian pemasaran Ekspress Bahari 8C, usai pemberangkatan penumpang di Pelabuhan Gresik, seperti dikutip tribunnews, Minggu (14/8/2016).

Jumlah penumpang yang dibawa dari Pulau Bawean hanya 88 orang sedangkan penumpang dari Pelabuhan Gresik ada 179 orang.

“Entah untung atau rugi, yang penting pelayanan penyeberangan ke Pulau Bawean tetap jalan,” imbuhnya.

Selama ini penyeberangn ke Pulau Bawean dilayani beberapa kapal penumpang yaitu, Kapal Natuna Ekspress, Ekspress Bahari 8C, dan Kapal Gili Liang.

Sementara kapal penumpang yang rusak yaitu Kapal Tungkal Samudra dan Kapal Natuna Exspress.

Kapal Tinggal Samudra sudah rusak dan tidak bisa melayani penyeberangan sejak 2014 sampai sekarang masih sandar di Pelabuhan Umum Gresik.

Begitu juga dengan Natuna Ekspress juga mangkrak dan bersandar di dermaga umum Gresik selama hampir tiga bulan ini.

Sekarang ini juga ada penerbangan ke Pulau Bawean menggunakan pesawat perintis dengan kapasitas penumpang hanya 12 orang.

“Mesinnya yang satu harus diganti. Masih mendatangkan mesin dari luar negeri,” kata Muhammad Rizki (26), juru mudi Natuna Ekspress. (ani).