Angkasa Pura 2

Djoko: Lalu Lintas Kota Beijing Ramah Lingkungan Dan Utamakan Keselamatan

KoridorSenin, 15 Agustus 2016
Sepeda Listrik Beijing

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sejak tahun 2001, sepeda motor dilarang beroperasi di Kota Beijing, China. Yang dibolehkan melintas hanya sepeda listrik. Jalur sepeda dan sepeda listrik disediakan khusus dan diberi pembatas fisik dengan jalur mobil.

“Satu kebijakan angkutan yang ramah lingkungan dan mengurangi kemacetan. Selain itu juga berwawasan keselamatan yang tinggi, karena sepeda motor dirancang hanya untuk angkutan jarak dekat. Yang pasti, lebih mengutamakan keselamatan pengguna jasa atau naik angkutan umum,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Senin (15/8/2016).

Menurutnya, harga sepeda listrik di Beijing 4.000 Yuan atau Rp8 juta per unitnya. Kekuatan batere bisa sampai 3 jam. Bergerak dan berlaku tidak melebihi 60 km per jam. “Satu tingkat kecepatan yang masih dalam taraf aman dan bisa ditoleransi oleh pengguna jalan lainnya,” jelas Djoko.

Artinya, menurut Djoko, Pemerintah memberikan perlindungan optimal buat pengguna kendaraan tidak bermotor.

Sementara, jalur bis tidak diberi pembatas. Cukup diberi marka menerus hingga dua lapis. Dan diberi marka bertuliskan 06.00-22.00. “Yang artinya, selama jam 06.00-22.00 dilarang kendaraan selain bus masuk atau manfaatkan lajur ini,” papar Djoko.

Jika ada yang melanggar, sebut Djoko, dapat dengan mudah terpantau. Selain ada kamera di belakang setiap bus. Juga dipasang kamera CCTV di setiap persimpangan untuk membantu memantau bagi kendaraan yang melanggar.

“Sanksi atau dendanya cukup tinggi. Jika melanggar tidak perlu sidang pengadilan. Cukup membayar denda yang dapat diambil dari debet langsung uang pemilik kendaraan yang disimpan di bank,” terang Djoko.(helmi)

loading...