Angkasa Pura 2

Pemerintah Luncurkan Bioethanol di 2017 Untuk Bahan Bakar

Another NewsKamis, 18 Agustus 2016
Bioethanol

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana, meluncurkan bioethanol di 2017. Hal sebagai substitusi bahan bakar bakar minyak (BBM) untuk keperluan transportasi.

“Untuk Bioetanol kita pun akan mengajukan mekanisme yang sama dari dana APBN tahun depan. Kalau itu disetujui kita akan mulai meluncurkan bioethanol mulai 1 Januari 2017, sekarang belum ada,” ujar Sekretaris Direktorat┬áJenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) dari KESDM, Dadan Kusdiana kepada Beritatrans.com Kamis (18/8/2016).

Dengan dana yang masih minim, ditambah pelaku industri masih banyak yang belum tertarik untuk mengembangkan bioethanol sehingga pemerintah hanya dapat memenuhi sekitar 1% dari yang dibutuhkan setiap produksinya. Produksi untuk bioethanol sendiri bisa dari bahan singkong, ubi kayu, ampas tebu, jagung dan lainnya.

“Khusus bioethanol, kita tidak akan mau impor. Kita siapnya satu persen ya kita lakukan satu persen. Kalau tidak salah angkanya Rp250 miliar, masih sedikit beda dengan biodiesel yang sudah Rp200 triliun dalam setahun,” tutur Dadan.

Dadan memperkirakan, produksinya masih dibawah sekitar 100 ribu-120 ribu kiloliter (kl) selama setahun. Namun pihaknya juga mengkhawatirkan anggaran untuk bioethanol tidak disetujui dari dana APBN.

“Jumlah masih kecil dibawah 100 ribu-120 ribu kl setahun, ya belum terasa. Kalau kita tidak memulai berarti tidak naik-naik. Kita akan mulai saja apa yang bisa, mudah-mudahan disetujui anggarannya. Kalau tidak disetujui memang agak sulit, sekarang kita berada di era harga minyak yang cukup rendah. (albi)