Angkasa Pura 2

Tommy: Taruna Transportasi Harus Menjadi Garda Terdepan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI

SDMSabtu, 20 Agustus 2016
Tommy Renungan Ciwidey

BANDUNG (Beritatrans.com) – PIN Perekat dan Pemersatu Bangsa sudah terpasang di dada kalian. Kalian pun sudah dikukuhkan menjadi taruna Balai Pendidikan Dan Pelatiha Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong, Sulawesi Selatan.

“Tugas dan tanggung jawab kalian adalah meneruskan perjuangan para pahlawan transportasi. Sebagai taruna, kalian harus belajar dengan baik sampai sukses. Selain itu juga harus menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.”

Demikian pesan Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si di depan taruna program DP-IV yang mengikuti Renungan Suci di Kampus BP3K Ciwidey, Bandung, Sabtu (20/8/2016) dini hari.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lanjut Tommy adalah harga mati. Selanjutnya, Pancasila, UUD 1945 serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan pilar utama berbangsa dan bernegara yang harus dijunjung tinggi di Indonesia.

“Sebagai taruna transportasi, kalian harus menjadi garda paling depan untuk menjaga dan mempertahankan NKRI ini,” pinta Tommy, sapaan akrab Kepala BPSDM Perhubungan itu di dampingi Kepala BP2IP Barombong, H.Irwan, M.Pd, M.Mar.E.

Indonesia bukan hanya Jawa, Sumatera dan Kalimantan serta Sulawesi. Tapi juga Papua dan seluruh kepualauan Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

“Semua harus dijaga dan dipertahankan. Jangan sampai ada sejengkal tanah pun yang direbut dan dikuasai bangsa lain,” tandas Tommy.

Barombng Renungan Suci2

Pancasila Milik Indonesia

Bangsa Indonesia terutama generasi sekarang, menurut Tommy, harus bersyukur atas perjuangan para pahlawan pendiri bangsa ini.

“Mereka juga telah meletakkan dasar-dasar berbangsa dan bernegara yang kokoh, yaitu Pancasila dan UUD 1945,” terang Tommy.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan kita sebagai bangsa. Pancasila hanya ada di Indonesia dan tak ada satupun bangsa di dunia ini dasar negara seperti Pancasila.

“Pancasila juga telah menghilangkan sekat-sekat suku, ras dan antargolongan. NKRI harus tetap dijaga dan dipertahankan sampai titik darah penghabisan,” papar Tommy.

Ke depan, pinta Tommy, jangan ada lagi perpecahan di antara kita hanya karena masa SARA. Bangsa Indonesia adalah satu dan NKRI adalah harga mati.

“Sebaliknya, kalian sebagai taruna transportasi harus menjadi pioneer yang mampu mempersatukan anak bangsa yang berbeda-beda asal usul dan adat budayanya,” sebut Tommy.

“Kalian harus menjadi pioneer yang mampu menjaga, mempersatukan dan membangun NKRI. Perhubungan harus mampu dan berperan optimal untuk menjaga keuuthan NKRI sampai kapanpun dan dimanapun berada,” tegas Tommy.(helmi)

loading...