Angkasa Pura 2

Capt. Arifin: Pengawas Pemanduan Menjadi Garda Terdepan Tingkatkan Keselamatan Pelayaran

Dermaga SDMSenin, 22 Agustus 2016
BPPTL Peserta Diklat

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Capt. Arifin Soenardjo, M.Hum menekankan aparatur pemerintah terkait keselamatan pelayaran bekerja optimal, menjaga dan menegakkan aturan keselamatan pelayaran.

“Kalian petugas Pengawas Pemanduan harus bekerja optimal untuk menjadi garda terdepan menjaga dan menegakkan aturan keselamatan pelayaran,” katanya saat menutup Diklat Teknis Pengawas Pemanduan di BPPTL Jakarta, Senin (22/8/2016).

Menurutnya, keselamatan mutlak dalam bisnis pelayaran dan juga transportasi lainnya. Semua kapal dan alat angkutan penumpang umum, harus dipastikan laik jalan atau laik laut. “Aparatur pemerintah harus mampu membina dan mengawasi mereka para operator transportasi itu,” jelas Arifin.

“Hal itu mutlak dipenuhi, karena dioperasikan untuk angkutan umum. Pemerintah menegakkan hukum dan menjamin aturan keselamatan itu tetap dipenuhi operator pelayaran,” sebut Arifin lagi.

Dia menyontohkan, KM Wihan Nusantara yang tenggelam di kolam karena enabrak jangkar kapal yang jatih dan tidak dilaporkan ke pejabat terkait di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akhir tahun 2015 silam.

“Dari hasil Penyidikan PPNS serta fakta-fakta persidangan di Mahkamah Pelayaran, KM Wihan Nusantara itu berlayar tanpa dipandu petugas pandu. Parahnya lagi, kapal naas itu menabrak jangkar kapal yang jatuh di daerah itu dan tidak dilaporkan ke kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” sebut Arifin didampingi Kepala BPPTL Jakarta Dr. Capt. Mashudi Rofik itu lagi.

Kasus-kasus kelalaian tersebut, jangan sampai terulang kembali. Aturan keselamatan harus ditegakkan dan itu wajib hukumnya. Petugas terkait fungsi keselamatan pelayaran seperti petugas pandu, pengawas pemanduan dan lainnya harus bekerja profesional sesuai tupoksi yand ada.

“Ingat, kaian nanti bertugas untuk menjaga dan menegakkan aturan keselamatan. Jangan sampai terjadi kecelakaan dan menelan korban jiwa karena tidak berfungsinya aparat bidang keselamatan di lapangan,” sebut mantan Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta itu.

Pemerintah melalui aparat di lapangan baik Syahbandar, KSOP dan lainnya termasuk petugas pandu harus bekerja profesional. bekerjalah dengan profesional,karena fungsi keselamatan ada di tangan pemerintah dan harus kalian jalankan dengan baik.

“Kalian peserta Diklat Teknis Pengawas Pemanduan sudah dibekali dengan pengetahuan teknis di bidang keselamatan. Kini waktunya kalian kembali ke tempat tugas dan menerapkan ilmu yang kalian dapatkan di kampus BPPTL jakarta untuk meningkatkan keselamatan pelayaran,” tegas Afirin.(helmi)

loading...